Jum'at, 14 Desember 2018
Follow:
 
BPJS Ketenagakerjaan Silaturahmi Dengan Kadin Inhil

Elfi | Inderagiri Hilir
Senin, 12/03/2018 | 23:23:23 WIB
TEMBILAHAN, LIPO - Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Rengat, Iksarudin didampingi Kepala Kantor BPJS Perintis Tembilahan, Tengku Edy Mangkubuana mengunjungi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Senin (12/3/2018).


Kunjungan silaturahmi tersebut merupakan salah upaya untuk lebih memperkuat sosialisasi terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


"Kadin sebagai salah satu wadah para pengusaha yang terkait langsung dengan ketenagakerjaan menjadi lembaga yang sangat perlu di gandeng BPJS Ketenagakerjaan dalam usaha menjalankan misi membantu masyarakat, khususnya para pekerja," ungkap Iksarudin dalam perbincangan santai bersama beberapa pengurus Kadin Inhil.


Katanya lagi, perjalanan dan kiprah BPJS Ketenagakerjaan sejauh ini memang belum sepenuhnya dipahami masyarakat luas, sehingga perlu kolaborasi dari lembaga lain dalam mensosialisasikan pentingnya BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat.


Atas dasar itu, Ketua Kadin Inhil, Edy Indra Kesuma menyambut baik rencana kerjasama dari BPJS Ketenagakerjaan untuk melibatkan Kadin dalam memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terhadap pentingnya BPJS Ketenagakerjaan.


"Sebagai pengusaha, kita harus mengakui bahwa kiprah dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja memang belum tersosialisasi dengan baik dan utuh, sehingga masih banyak masyarakat yang tidak mau terlibat," ujar Edy Indra Kesuma.


Untuk itu, jelas Edy Indra Kesuma yang didampingi empat orang pengurus, BPJS Ketenagakerjaan perlu melakukan perubahan pola pikir sosialisasi dalam upaya merubah anggapan masyarakat luas terhadap BPJS Ketenagakerjaan.


"Kita harus merubah pola pikir serta melibatkan banyak stakeholder guna memberikan kesan positif bahwa BPJS Ketenagakerjaan tersebut bukanlah sesuatu yang membebani, melainkan sebuah langkah untuk menjamin amannya pelaku usaha dalam menjalankan usahanya," papar Edy.


Paparan tersebut juga dikuatkan Zainal Arifin, salah seorang pengurus yang konsen pada bidang ekonomi dan pendidikan. Jelasnya, akibat tidak sampai dan tidak utuhnya sosialisasi, banyak masyarakat yang apriori terhadap BPJS Ketenagakerjaan.


"Padahal BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaminan bagi para pekerja dalam melakukan pekerjaannya, baik jaminan untuk kecelakaan kerja, asuransi kematian. Selain itu BPJS Ketenagakerjaan juga menjadi tabungan pensiun bagi para pekerja. Ke depan mungkin mahasiswa juga bisa menjadi salah satu elemen yang ikut mensosialisasikan, itu semua tergantung pada kesiapan BPJS Ketenagakerjaan," tukasnya. (lipo*7)



Berita Lainnya :
 
  • Baru 14,7 Persen UMKM Riau Manfaatkan KUR
  • Enam Warga Meninggal Dalam Bencana Banjir Riau
  • Gerakan Anti Hoax Goes to School Isi Masa Libur Al Huda
  • Ingin Sukses, Marlis Syarif Ingatkan Siswa Patuhi dan Hormati Orangtua dan Guru
  • Gelar Seminar dan Talk Show, Fokus Ornop Inhil Datangkan Ketua KY
  • Jelang Kedatangan Jokowi, Pangdam I BB Pimpin Apel Pengamanan
  • Pemkab Kuansing Dukung RSUD Teluk Kuantan Menuju Akreditasi Paripurna
  • Masa Penahanan Lurah Pemeras Warga di Pekanbaru Diperpanjang
  • Sepanjang 2018, Via Vallen Terus Diterpa Isu Tak Sedap
  •  
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index