Jum'at, 17 Januari 2020
Follow:
 
Musnahkan Hp Hasil Razia, Lapas Tembilahan Deklarasi UPT Bebas Narkoba dan Hp

Elfi | Inderagiri Hilir
Kamis, 28/02/2019 | 19:11:14 WIB
Prosesi pemusnahan Hp dan baranf elektronik hasil razia di kamar hunian warga binaan Lapas Kelas IIA Tembilahan/LIPO
TERKAIT:
TEMBILAHAN, LIPO - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan melakukan deklarasi dan penandatanganan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bebas Peredaran Narkoba dan Handphone (Hp), yang digelar di aula Lapas, Kamis 28 Februari 2019.

Tampak hadir Asisten I Setda, Darussalam, Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres, Kasi Pidum Kejari, Hakim PN Tembilahan, Pasi Ops Kodim, Imigrasi, Granat dan Pejabat Struktural, Pegawai dan perwakilan warga binaan Lapas Kelas IIA Tembilahan.

Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Agus Pritiatno menjelaskan, sebelum dilakukan deklarasi ini telah diberikan sosialisasi kepada warga binaan tentang larangan peredaran Narkoba dan Hp di Lapas.

"Setelah deklarasi, mulai Bulan Maret nanti akan diterapkan. Kalau saat dirazia masih ada kedapatan Narkoba atau hp, maka resikonya tanggung sendiri," tegas Agus kepada perwakilan warga binaan yang hadir saat itu.

Dalam menerapkan program tersebut, seluruh elemen yang ada di Kabupaten Inhil diharapkan agar berperan aktif mencegah peredaran Narkoba dan Hp di Lapas.

"Sedangkan untuk komunikasi warga binaan dengan pihak keluarga, kami sudah menyediakan wartel khusus, yang dibuka sejak pukul 9 pagi hingga pukul 2 siang. Ketika menelpon, warga binaan diawasi dan dicatat oleh petugas guna menghidari terjdinya hal-hal yang tidak diinginkan," terang Agus.

Selanjutnya, kepada seluruh pegawai ditekankan agar mentaati peraturan yang telah ditetapkan dan bagi warga binaan yang telah ditunjuk sebagai kepala kamar, untuk menjadi contoh serta menjaga dirinya dan warga binaan yang lain, supaya tidak berbuat hal-hal yang melanggar aturan.

"Bagi warga binaan yang tidak mentaati peraturan dan masih ditemukan Narkoba atau Hp saat dirazia, maka akan diberikan sangsi dan hak-haknya akan dicabut, seperti sangsi diasingkan, tidak bisa dikunjungi, tidak memperoleh remisi hingga bisa dipindahkan ke rumah (Lapas,red) yang lain," tambahnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Inhil, Darussalam mengungkapkan bahwa komitmen yang telah dideklarasikan dan ditandatangani tersebut harus didukung oleh seluruh pihak, sehingga bisa terwujud dan tidak menjadi kegiatan seremonial saja.

"Ke depan, ini harus menjadi perhatian, karena mulai 1 Maret sudah ada sangsi yang jelas bagi pelanggar. Kepada yang dipercaya sebagai ketua kamar, harus punya tanggung jawab terhadap anggota yang dipimpin. Mari sama-sama kita sampaikan kepada yang lain, bahwa komitmen ini tidak akan ada artinya tanpa dilaksanakan," katanya.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pemusnahan Hp dan barang elektronik yang berada di dalam kamar hunian warga binaan, berdasarkan hasil razia yang dilakukan pada tanggal 5-27 Februari 2019.(lipo*7)



Berita Lainnya :
 
  • Diduga Belum Kantongi Izin, Pembangunan PKS Asian Agri di Inhu Tetap Berjalan
  • Bung Khalid Siap Maju Sebagai Ketua Karang Taruna Pekanbaru
  • Gubri Syamsuar Kecewa Banyak Warga Miskin di Riau Belum Dapat Bantuan BPJS
  • Fraksi PAN Tanggapi Pencalonan Yan Prana jadi Komisaris Utama BRK
  • Polda Riau Ciptakan Aplikasi untuk Deteksi Titik Api Karhutla
  • Ini Makanan dan Buah yang Baik untuk Kesehatan Jantung
  • Ironis, WFP Mencatat 45 Juta Orang Kelaparan di Penjuru Selatan Afrika
  • Waw, PDIP akan Laporkan KPK
  • Dugaan Korupsi di PT Asabri, KPK-BPK Sepakat Selidiki Bersama
  •  
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index