Jum'at, 17 Januari 2020
Follow:
 
Kunker Ke PT SUN, DPRD Kuansing Minta Perusahaan Berkontribusi Untuk Masyarakat

elpi | Kuantan Singingi
Rabu, 30/10/2019 | 21:20:24 WIB
SINGINGI, LIPO - Guna memastikan keluhan yang disampaikan masyarakat Desa Sungai Bawang atau F5, Kecamatan Singingi sekitarnya, terkait kondisi jalan yang rusak parah, Rabu Komisi III DPRD Kuansing menggelar action dengan melakukan aksi turun lapangan.

Dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Kuansing, Romi Alfisyah Putra SE dan hampir seluruh Anggota komisi, DPRD Kuansing didampingi Kepala Dinas Perhubungan, Asmari,S.Sos dan Kasi Perencanaan Dinas PUPR Kuansing.

Peninjauan dilakukan dari arah Simpang Sambung, Kelurahan Muara Lembu, hingga Desa Sungai Bawang di mana di lokasi tersebut berdiri megah PT SUN.

Anggota Komisi III DPRD Kuansing, Fedrios Gusni mengaku masyarakatnya sering mengeluh terkait kondisi jalan yang rusak, namun tak pernah diperbaiki secara  maksimal oleh PT SUN."Padahal saban hari, puluhan kendaraan kecil dan berat melebihi tonase milik PT SUN melintasi jalan itu,"jelas Fedrios.

"Tapi anehnya, perusahaan seakan tak peduli dengan perbaikan jalan, dan menghiraukan keluh kesah masyarakat di daerah itu, terkait kondisi jalan yang rusak, tandasnya.

Harusnya perusahaan hadir di tengah masyarakat, memberikan kesejahteraan dan kondisi yang aman dan nyaman. Ini justru sebaliknya, jalan yang dulu mulus di aspal pemerintah, kini sudah tak berbentuk."Ini yang sangat kita sesalkan, dan Pemkab Kuansing dalam hal ini sangat abai terhadap apa di hadapi masyarakat," tegas Fedrios.

Dirinya dengan tegas merekomendasikan, melalui Ketua Komisi III dan rekan rekannya, agar jangan mengalokasikan anggaran sedikitpun untuk perbaikan jalan tersebut." Jika tidak ada komitmen dan MOU yang jelas dengan perusahaan,"pintanya.

"Jangan diaspal dulu, kita minta berapa KM kesanggupan perusahaan, dalam hal ini Menajemen PT SUN untuk mengaspal jalan tersebut,"urai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kuansing itu.

Sebab lalulintas tinggi justru angkutan perusahaan. Bahkan yang menyedihkan, mobil yang lewat melebihi tonase di atas kapasitas jalan.

Menurut informasi Kasi Perencanaan Dinas PUPR dan Kadis Dishub, kapasitas jalan ini hanya maksimal 8 ton."Sementara mobil yang lewat ada yang 40 ton, dan rata rata di atas 20 ton, bagaimana tidak hancur jalannya," kata Fedrios.

Oleh sebab itu, dirinya menyarankan agar MoU dengan PT SUN ditinjau ulang, dan Pemkab Kuansing harus tegas, tidak hanya terhadap PT SUN." Tapi semua perusahaan di Kuansing, yang tidak peduli dengan masyarakat,baiknya di tindak tegas," urainya.

Sementara terkait temuan di PT SUN, dirinya rekomendasikan kepada Ketua Komisi III DPRD Kuansing dan Pimpinan DPRD Kuansing, agar di lakukan pemanggilan dan hearing."Guna kita dengar penjelasan pihak perusahaan, dan bagaimana tindakan lebih lanjut sebagai jalan keluarnya," pungkas Fedrios.(lipo*3/rls.humas/dprd)





Berita Lainnya :
 
  • Diduga Belum Kantongi Izin, Pembangunan PKS Asian Agri di Inhu Tetap Berjalan
  • Bung Khalid Siap Maju Sebagai Ketua Karang Taruna Pekanbaru
  • Gubri Syamsuar Kecewa Banyak Warga Miskin di Riau Belum Dapat Bantuan BPJS
  • Fraksi PAN Tanggapi Pencalonan Yan Prana jadi Komisaris Utama BRK
  • Polda Riau Ciptakan Aplikasi untuk Deteksi Titik Api Karhutla
  • Ini Makanan dan Buah yang Baik untuk Kesehatan Jantung
  • Ironis, WFP Mencatat 45 Juta Orang Kelaparan di Penjuru Selatan Afrika
  • Waw, PDIP akan Laporkan KPK
  • Dugaan Korupsi di PT Asabri, KPK-BPK Sepakat Selidiki Bersama
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index