Senin, 20 Januari 2020
Follow:
 
Tenaga Honorer Pemkab Kuansing yang Dirumahkan, Eki Kini Sukses Jadi Petani Cabai

elpi | Kuantan Singingi
Kamis, 31/10/2019 | 11:43:27 WIB
LUBUK JAMBI, LIPO - Pasca dirumahkan dari tenaga honorer Pemkab Kuansing beberapa tahun lalu, Eki Putra tidak lantas putus asa. Berbekal kemampuan bertani yang otodidak, Eki langsung putar haluan tanpa rasa gengsi dan malu, dan fokus untuk bertani.

Kini dengan luas lahan sekitar 1/4 hektare milik mertuanya, Eki mampu memproduksi cabai merah 600 hingga 700 kg selama masa panen.

"Alhamdulillah, dengan jumlah tanaman mencapai 1.500 batang, bisa menghasilkan 600 sampai 700 kg bang," ujarnya kepada media ini Kamis di Desa Banjar Gunting kecamatan Kuantan Mudik.

Eki yang merupakan kelahiran, Koto Gunung 23 Februari 1982 ini bercerita. Awalnya memang sempat goyah, setelah Bupati Kuansing Drs. H Mursini yang merupakan orang sekampungnya, memberhentikan seluruh tenaga honorer di Kuansing.

"Saya sempat bingung, karena sudah terbiasa berpakaian rapi. Saya sempat bekerja di salah satu perusahaan di Perawang Siak, pasca dirumahkan. Tapi bekerja di bawah tekanan dengan penghasilan terbatas, membuat saya terus berfikir. Akhirnya saya memutuskan , untuk putar haluan dan pulang kampung untuk bertani," kata Eki.

"Tekad saya ini akhirnya saya ceritakan pada istri dan mertua saya, dan akhirnya mereka mendukung, urai Eki.

Berbekal sedikit uang tabungan yang masih tersisa, akhirnya mertuanya merelakan tanahnya yang berada di desa Banjar Guntung kecamatan Kuantan Mudik, untuk diolah.

"Disitulah saya memulai usaha saya, dengan tanaman awal 1000 batang dan Alhamdulillah berhasil. Dengan bekal pengalaman itu, akhirnya  lahan yang saya garap terus di perluas hingga akhirnya mencapai 1/4 hektare," terang nya.

Ditanya apakah mendapatkan binaan dari Penyuluh pertanian, Eki mengaku pernah dibina, tapi tidak pernah dibantu. Eki mengaku mengembangkan usahanya secara pribadi.

Di akhir wawancaranya dengan media ini, Eki mengaku ternyata jalan kesuksesan itu tidak satu pintu. Ini ternyata jadi hikmah , di balik dirumahkanya tenaga honorer.

"Yang paling utama adalah terus semangat, tidak putus asa, dan selalu berusaha serta tidak gengsi. Berhenti jadi honorer bukanlah kiamat bagi diri kita. Hanya saja kebijakan pilah pilih Pemkab Kiansing, merupakan neraka bagi ribuan tenaga honorer di Kuansing," pungkasnya.(lipo*3)




Berita Lainnya :
 
  • Kwatir Air PDAM Tercemar Limbah, Izin Lokasi PT SSS Diminta Tinjau Ulang
  • ICW Nilai Keliru Pertemuan Dewas dan Tim Hukum PDIP
  • Besok, Seluruh Anggota For-KI Riau Jalani Bimtek Keterbukaan Informasi
  • Wabup SU Nyatakan Program Pembangunan dan Kebijakan Pemkab Inhil Utamakan Kepentingan Masyarakat
  • Ketua PWI Riau Buka Kejurda Biliar Sekaligus Seleksi Atlet Porwanas
  • Syamsuar: Produk UMKM dan Ekonomi Kreatif Riau Harus Tembus Internasional
  • Legislator Asal Riau Pertanyakan Soal Pemulihan Lingkungan Pasca Tambang di Blok Rokan
  • Tahun Ini Pemko Pekanbaru Tiadakan USBN Tingkat SD
  • Sahabat Pondok Ijo-PWI Riau Peduli Serahkan 100 Paket Makan Siang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index