Jum'at, 21 09 2018
Follow:
 
Disnaker Pekanbaru Terima Delapan Pengaduan THR

alfi | Daerah
Kamis, 14/06/2018 | 08:27:44 WIB
Pekanbaru, LIPO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, mencatat sampai saat ini telah menerima delapan pengaduan permasalahan pembayaran tunjangan hari raya (THR) pegawai perusahaan yang ada di kota itu.

"Laporan, dan sudah ditindak lanjuti," ucap Kadisnaker Pekanbaru melalui Kabid PHI Nelawati di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan dari delapan pengaduan tersebut terdiri atas empat pengaduan tentang karyawan PKWT yang  berakhir masa kontrak sebelum hari raya.

Selain itu, terdapat empat pengaduan tentang pembayaran THR tetapi tidak sesuai ketentuan atau dibawah upah yang diterima.

Ia menambahkan untuk kasus yang pertama ditemukan kondisi dimana terdapat dua orang pegawai tidak dibayar dan dua lagi dibayar 20% dari upahnya.

Kondisi ini tentu sangat tidak sesuai dengan aturan pemerintah soal pemberian THR bagi karyawan dimana menurut aturan yang berlaku besaran THR diberikan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja mulai 1 bulan secara proporsional.

Pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah.

"Inikan aturannya sudah jelas. Kalau masih ragu kan bisa ditanyakan jauh-jauh hari," ujarnya.

Masih soal aturan tersebut, jika perusahaan telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja Bersama (PKB) dan besarannya lebih baik dan lebih besar dari ketentuan pemerintah, maka THR yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja/buruh harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut.

Terkait hal tersebut, Nela mengatakan bahwa saat ini pihak Disnaker telah melakukan pemanggilan secara tertulis terhadap perusahaan yang bersangkutan.

Hal tersebut guna memberikan pemahaman serta mencarikan solusi dari masalah pembayaran THR tersebut. Selain itu pemanggilan tersebut juga bertujuan agar pihak Perusahaan maupun pekerja tidak saling merasa dirugikan.

Namun jika sampai saatnya tiba pihak perusahaan tidak juga membayarkan THR tersebut maka pihak Pemkot pekanbaru akan memberikan sanksi yang nantinya akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku .

Saat ini, ungkapnya telah ada satu pengaduan yang langsung membayarkan hak karywawan berupa THR tersebut.

Ia menilai bahwa langkah tersebut adalah upaya yang cukup efektif mengingat Idul Fitri akan segera datang.

Nela mengimbau agar seluruh perusahaan untuk dapat membayarkan tunjangan tersebut sesegera mungkin karna THR adalah hak dari karyawan.

"Masa hak orang kok ditahan-tahan," tambahnya.(lipo*3/ant)




Berita Lainnya :
 
  • Pansus DPRD Kuansing dan Kemendagri Bahas Ranperda Aset
  • Pemkab Kuansing Kembali Raih Penghargaan WTP
  • Bawaslu Riau Ingatkan Belasan Bacaleg Curi Start
  • 13 ASN Kuantan Singingi Bakal Terima Sanksi Pemberhentian
  • Ditetapkan Sebagai Calon Legislatif DPR RI, Gubri Andi Rachman Mengundurkan Diri Dari Jabatannya
  • Mendominasi Dua Etape, Tim ST George Memimpin Klasemen
  • Kobaran Api Hanguskan 3 Rumah di Kateman
  • Setiap Muharram, Warga RT 6 RW 3 Teluk Pinang-GAS Buat Bubur Asyura
  • Pelatih Roma Sindir Cristiano Ronaldo Usai Dikalahkan Madrid 0-3
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index