Minggu, 22 Juli 2018
Follow:
 
Disnaker Pekanbaru Terima Delapan Pengaduan THR

alfi | Daerah
Kamis, 14/06/2018 | 08:27:44 WIB
Pekanbaru, LIPO - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru, mencatat sampai saat ini telah menerima delapan pengaduan permasalahan pembayaran tunjangan hari raya (THR) pegawai perusahaan yang ada di kota itu.

"Laporan, dan sudah ditindak lanjuti," ucap Kadisnaker Pekanbaru melalui Kabid PHI Nelawati di Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan dari delapan pengaduan tersebut terdiri atas empat pengaduan tentang karyawan PKWT yang  berakhir masa kontrak sebelum hari raya.

Selain itu, terdapat empat pengaduan tentang pembayaran THR tetapi tidak sesuai ketentuan atau dibawah upah yang diterima.

Ia menambahkan untuk kasus yang pertama ditemukan kondisi dimana terdapat dua orang pegawai tidak dibayar dan dua lagi dibayar 20% dari upahnya.

Kondisi ini tentu sangat tidak sesuai dengan aturan pemerintah soal pemberian THR bagi karyawan dimana menurut aturan yang berlaku besaran THR diberikan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja mulai 1 bulan secara proporsional.

Pekerja/buruh yang bermasa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih maka mendapat THR sebesar satu bulan upah.

"Inikan aturannya sudah jelas. Kalau masih ragu kan bisa ditanyakan jauh-jauh hari," ujarnya.

Masih soal aturan tersebut, jika perusahaan telah mengatur pembayaran THR keagamaan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan (PP), atau perjanjian kerja Bersama (PKB) dan besarannya lebih baik dan lebih besar dari ketentuan pemerintah, maka THR yang dibayarkan perusahaan kepada pekerja/buruh harus dilakukan berdasarkan pada PP atau PKB tersebut.

Terkait hal tersebut, Nela mengatakan bahwa saat ini pihak Disnaker telah melakukan pemanggilan secara tertulis terhadap perusahaan yang bersangkutan.

Hal tersebut guna memberikan pemahaman serta mencarikan solusi dari masalah pembayaran THR tersebut. Selain itu pemanggilan tersebut juga bertujuan agar pihak Perusahaan maupun pekerja tidak saling merasa dirugikan.

Namun jika sampai saatnya tiba pihak perusahaan tidak juga membayarkan THR tersebut maka pihak Pemkot pekanbaru akan memberikan sanksi yang nantinya akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku .

Saat ini, ungkapnya telah ada satu pengaduan yang langsung membayarkan hak karywawan berupa THR tersebut.

Ia menilai bahwa langkah tersebut adalah upaya yang cukup efektif mengingat Idul Fitri akan segera datang.

Nela mengimbau agar seluruh perusahaan untuk dapat membayarkan tunjangan tersebut sesegera mungkin karna THR adalah hak dari karyawan.

"Masa hak orang kok ditahan-tahan," tambahnya.(lipo*3/ant)




Berita Lainnya :
 
  • Melalui HNSI, Diharapkan Aspirasi Nelayan Direkomendasikan ke Pemerintah
  • Rapat Paripurna DPRD Inhil, Pelaksanaan 5 Ranperda Yang Diusulkan Butuh Kerjasama Seluruh Pihak
  • Pemkab Inhil Gandeng APMI Hadirkan Prof Wisnu Gardjito
  • Jelang Festival Pacu Jalur, Pemkab Kuansing Akan Bangun Jembatan Gantung Desa Sawah-Seberang Taluk
  • Dinkes Bengkalis Kampanyekan Imunisasi Campak Rubella, Ini Pentingnya
  • Kunjungi Diskominfotik Bengkalis, Ini Harapan Ketua KI Riau
  • Desa Seberang Taluk Wakili Kuansing Lomba Desa ke Tingkat Provinsi
  • Rupiah Melemah ke Posisi Rp 14.495 per Dolar AS
  • Demokrat Sudah Tawarkan AHY sebagai Cawapres ke PKS dan PAN
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index