Senin, 18 November 2019
Follow:
 
Miris, Di Inhu Ada Sekolah Berdinding Papan Berlubang, Atap Seng Berkarat

Elfi | Daerah
Selasa, 13/08/2019 | 13:24:05 WIB
Kondisi Sekolah Dasar (SD) Negeri 012 Lubuk Batu Tinggal Kecamatan Lubuk Batu Jaya (LBJ) Kabupaten Inhu/LIPO 
TERKAIT:
Rengat, LIPO - Ada beberapa kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan masyarakat dalam meningkatkan sumber daya manusia diantaranya kesehatan, infrastruktur dan pendidikan. 

Untuk bidang pendidikan, pemerintah telah  mengamanatkan dalam Undang-Undang pendidikan Anggaran 20 persen guna menunjang peningkatan mutu. Namun, dibeberapa daerah masih ada yang ditemukan kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan. 

Di Kabupaten Inhu misalnya, tepatnya Sekolah Dasar (SD) Negeri 012 Lubuk Batu Tinggal Kecamatan Lubuk Batu Jaya (LBJ), yang berdiri di atas tanah kawasan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara V  (PTPN V) terlihat memprihatinkan dan membuat kita miris. 

Bila dilihat kondisi sarana dan prasarana sekolah SD 012 Lubuk Batu Tinggal, dindingnya mengunakan papan yang sudah berlubang-lubang, atap seng sudah berkarat dan bahkan lantai sekolah bagaikan beralaskan tanah. Padahal sekolah ini berada di atas tanah Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 5.

Saat diminta keterangan terkait kondisi sekolah tersebut pihak PTPN 5, Pihak PTPN V mengatakan, alasan tidak membangun SD tersebut karena pihak sekolah tidak ada mengajukan proposal pembangunan sekolah, dan jika untuk mengluarkan dari HGU,  yang boleh memutuskan keluar dari HGU untuk di Inklap itu tim B, tim B mulai dari Kepala Desa, Kadis dan sampai Bupati. 

"Kita hanya melakukan pengukuran dan lakukan Inklap, bisa dibangun tapi harus mengajukan Proposal, selama ini tidak ada mengajukan proposal, pihak perusahaan tidak akan sembarangan dalam membangun, jika kita memberikan bantuan semua persyaratan harus jelas dan masuk ke rekening mereka bukan rekening pribadi, karena nantinya 3 bulan sekali pihak BPK melakukan pemeriksaan," kata Asiten Umum atau humas PTPN V Machmud, 10 Agustus 2019.

Machmud sangat berharap, agar fasilitas umum bisa diajukan untuk di inklap oleh Tim B, dan pihak PT  dalam posisi mengikuti, apalagi itu tempat pendidikan.

Machmud meneruskan, yang bisa dilakukan pihak perusahaan saat ini hanya memberikan bantuan 3 orang guru di SD 012 Lubuk Batu Tinggal, guru tersebut bukan honor melainkan karyawan, mereka juga diberikan THR dari pihak perusahaan.

Kemudian machmud menegaskan, saat ini sudah bangun SD, yang ada di Avdeling V Lubuk Batu Jaya. Tahun kemarin pihak perusahaan juga sudah membantu masjid, gereja dan Paud.

Awak media liputanoke.com juga mencoba menanyakan kepada Kepala sekolah SD N 012 Lubuk Batu Tinggal Suratman terkait kondisi sekolah tetsebut, namun  belum bisa di temui dan saat di telfon tak kunjung menjawab melalui nomor 08238191xxxx. 

Disisi lain PLT Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu Kamarozaman, S.Sos,M.Si, membenarkan kondisi sekolah SDN 012  masih sangat memprihatinkan, pasalnya pemerintah telah berkeinginan untuk membangun, namun terkendala dengan status lahan,  karena lahan sekolah masih dalam HGU pihak Perushaan, hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan lahan tersebut atau inklap nya.

Tahun 2020 pembangunan sekolah sudah dianggarkan melalui dana APBD, pihak Dinas Pendidikan juga sudah membahas sekolah itu saat Musrembang Tahun 2019 bulan Februari lalu. Awalnya sekolah itu merupakan Kelas Jauh dan setelah mendapat penilaian sekolah itu pindah menjadi Sekolah Negeri, namun pihak perusahaan hingga saat ini belum memberikan hibah kepada Dinas.

"Dulu kita sudah bahas pembangunan sekolah itu di musrenbang dan dalam pembahasan humas perusahaan waktu itu mengatakan akan Inklap lahan tersebut, namun hingga saat ini belum juga, kita dari pihak dinas masih menunggu kejelasan lahan tersebut hingga akhir tahun 2019," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Inhu, Selasa 13 Agustus 2019.

Jika akhir pembahasan Tahun 2019 status sekolah tersebut tak kunjung usai, pemerintah tak bisa berbuat banyak, sampai kapanpun kondisi sekolah seperti itu.

"Harapan saya sebelum berakhir Tahun ini dan sebelum pembahasan status lahan sekolah tersebut selesai, dulu saya sama pak Wakil Bupati pernah ketemu sama pihak perusahaan melalui Humas pak Machmud, Machmud hanya mengatakan masih dalam proses inklap, intinya pihak Dinas tetap akan mengangarkan jika status lahan sudah tidak lagi di kawasan HGU perusahaan, apa lagi yang sekolah di situ anak dari karyawan perusahaan, dalam arti kata anak Bangsa Indonesia juga," harap nya.

Setelah beberapa pihak yang dianggap mempunyai kapasitas untuk menjelaskan persoalan tersebut, dan terlepas dari apapun penjelasannya, tentunya orang tua murid dan anak nya mempunyai harapan yang besar dalam memperoleh pendidikan yang layak. Berdiri dalam lingkungan perusahaan pemerintah, berada dalam pemerintahan Kabupaten Inhu, semestinya persoalan sekolah tersebut sudah lama bisa teratasi dan tidak saling buang badan. (lipo*15)



Berita Lainnya :
 
  • Polda Riau Meringkus Tiga Pelaku Pencurian Minyak Mentah
  • Bicara di Pertemuan Menhan ASEAN, Ini Pidato Prabowo
  • Portugal Amankan Tiket Putaran Final Piala Eropa 2020
  • Dekat & Menarik, Andi Putra Dukung Danau Sungai Soriak Jadi Obyek Wisata
  • Kota Bekasi Sabet Juara Tim, Bupati Siak Resmi Tutup Serindit Race 2019
  • Hadiri Peringatan Maulid Nabi di KHS, Warga Tarbiyah Doakan AP Jadi Bupati
  • Taman Labuai Pekanbaru Memprihatinkan, Gapura Nyaris Roboh
  • Pemprov Riau Serahkan Bankeu, Syamsuar: Untuk Operasional Camat
  • Terkait Desa Fiktif, DPR Akan Panggil Tito Karnavian
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index