Sabtu, 22 09 2018
Follow:
 
Cari Dukungan Masyarakat, 3 Paslon Bupati dan Wabup Inhil Beradu Visi-Misi

Elfi | Politik
Selasa, 08/05/2018 | 20:11:04 WIB
TEMBILAHAN, LIPO - Untuk mencari dukungan masyarakat dan meyakinkan para pemilihnya, tiga pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Inhil menyampaikan visi dan misinya pada Debat Publik, yang digelar di Gedung Daerah Engku Kelana, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.


Dengan telah disampaikannya visi dan misi masing-masing paslon, diharapkan masyarakat dapat menentukan pilihannya dengan sebaik mungkin, karena akan berdampak bagi keberlangsungan Kabupaten Inhil 5 tahun ke depan.


Seperti yang disampaikan paslon nomor urut 1, Rosman Malomo dan Musmulyadi (RM). Menurut paslon yang mengusung jargon "SEMARAK" (Seluruh Masyarakat Bergerak) ini, sekarang seluruh potensi perkebunan masyarakat terancam, tercatat sekitar 90.000 kebun kelapa petani mengalami kerusakan yang cukup parah.


"Kita butuh penyelamatan, kami RM siap menyelamatkan kebun di Inhil," kata Musmulyadi.


Selain itu, yang juga tidak kalah pentingnya, lanjut Musmulyadi, adalah perbaikan infrastruktur, yang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir ini masih ada sekitar 7 kecamatan di Kabupaten Inhil yang belum tersentuh pembangunan.


"Kita juga konsen menangani sumber daya alam, sumber daya ekonomi dan infrastruktur. Dengan 3 pilar ini, kita akan berjaya di tahun 2025," janjinya.


Senada dengan itu, Rosman Malomo menambahkan, jika nantinya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018-2023, mereka siap membawa seluruh masyarakat Kabupaten Inhil bergerak menuju Inhil berjaya dan gemilang 2025.


"Tiga kata kunci yang kita rangkum jadi satu kalimat, bahwa untuk terwujudnya pembangunan yang tertumpu kepada potensi dan kondisi daerah dan untuk keberhasilan lebih baik, diperlukan perjuangan melalui upaya, ikhtiar dan perencanaan yang bersinergi," tambahnya.


Sedangkan paslon nomor urut 2, Ramli Walid dan Ali Azhar menjanjikan perbaikan ekonomi, yang kini sekitar 7,99 persen atau 56.820 dari lebih kurang 713 ribu masyarakat Kabupaten Inhil masih dalam garis kemiskinan.


Hal itu, menurut Ramli, disebabkan oleh turunnya pendapatan petani, dikarenakan harga kelapa yang rendah dan rusaknya kebun kelapa milik petani. 


Tidak hanya petani, pendapatan nelayan pun menurun, dikarenakan hasil tangkapan yang sedikit dan tidak memadainya alat tangkap.


Permasalahan lainnya, lanjut Ramli, seperti tingginya jumlah pengangguran terbuka serta rendahnya tingkat kesejehtaraan guru honor, belum terpenuhinya sarana pendidikan, tidak tersedianya program beasiswa, sulitnya mengurus administrasi kependudukan dan kesehatan, serta tidak memadainya jalan penghubung antar kabupaten, kecamatan dan desa.


"Intinya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Inhil masih jauh di bawah, karena dari 12 kabupaten/kota di Riau, Inhil berada di posisi ke 11," jelasnya.


Namun demikian, bersama Ali Azhar, pasangan yang dikenal dengan jargon Ramah ini berjanji akan melakukan perbaikan terhadap permasalahan-permasalahan tersebut.


"Bersama, kita wujudkan kabupaten emas yang penduduk dan pemimpinnya punya empati," ajaknya.


Sementara itu, paslon nomor urut 3, Wardan dan Samsudin Uti memastikan akan terus melanjutkan karya nyata, baik di bidang pembangunan fisik maupun non fisik, jika terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018-2023.


Apalagi, kata Wardan, selama 4 tahun memimpin Negeri Seribu Parit, karya nyata yang telah ia lakukan adalah pembangunan dari pinggiran, dengan tetap memperhatikan wilayah poros dan ibukota.


"Ke depan, kita akan semakin mempercepat pembangunan lewat DMIJ Plus. Tidak hanya desa, kelurahan pun kita sasar. Parit yang dulu dangkal sudah di normalisasi," terangnya.


Dahulu, satu eksavator gratis per kecamatan sudah diberikan. Dan nanti, lanjutnya, akan menjadi dua unit dengan terus melakukan pengawasan.


"Jembatan yang berlubang sudah baik. Jalan desa yang becek semakin bagus. Jalan darat Tembilahan - Pekanbaru jadi lebar dan bagus, sekarang tidak hanya kue lapis, jalan berlapis pun sudah ada di Tembilahan," katanya lagi.


Kemudian, sektor kesehatan akan terus dipacu, puskesmas rawat inap dengan UGDnya akan ditingkatkan, ambulance air yang memang dibutuhkan di daerah akan ditambah.


"Kita akan terus menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. Perhatian pada ekonomi pertanian, perkebunan dan perikanan akan tetap kami lanjutkan. Demikian pula pembinaan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata kita mantapkan," tukasnya.


Yang juga tidak kalah pentingnya, diakui Wardan, pembangunan non fisik untuk memperbaiki akhlak dan mental, seperti Mahrib Mengaji, Subuh Barokah, peringatan hari besar keagamaan dan lain-lain akan terus ditingkatkan, guna mewujudkan pembangunan dan kemajuan Kabupaten Inhil ke arah yang lebih baik lagi. (lipo*7)





Berita Lainnya :
 
  • 12 Media Terima Penghargaan Dari Bawaslu
  • Sat Reskrim Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
  • Sat Reskrim Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
  • PAD Bengkalis Hanya 14,3 Persen dari Jumlah APBD 2018
  • Hari Ini Diumumkan, KPU Kuansing Tetapkan 431 DCT Pada Pileg 2019
  • Hasil Survey BPS, Penduduk Miskin di Kuansing Meningkat
  • Hasil RUPS-LB BRK, Seluruh Pemegang Saham Tolak Nama Direksi dan Komisaris Hasil Pansel
  • Gema Muharram, Ribuan Masyarakat Inhil Antusias Ikuti Istighosah
  • Pemkab Inhil Diminta Segera Laksanakan Perda yang Terkait Perkelapaan
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index