Sabtu, 22 Februari 2020
Follow:
 
Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Pengadaan Kasus Mafia Migas

alfi | Hukrim
Rabu, 11/09/2019 | 06:11:52 WIB
JAKARTA, LIPO - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di lima lokasi kawasan Jakarta terkait proses penyidikan kasus dugaan praktik mafia migas yang menyeret eks Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto (BTO).

"Untuk kepentingan penyidikan KPK menggeledah 5 lokasi pada 5 dan 6 September 2019," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dikantornya, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

Kelima lokasi yang digeledah itu, adalah rumah beralamat di Jalan Pramukasari 3, Jakarta, 10570; rumah yang beralamat di Komplek Ligamas, Pancoran, Jakarta Selatan; Apartemen yang beralamat di Salemba Residence, Jakarta Pusat; Rumah yang beralamat di Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat; dan Rumah yang beralamat di Jalan Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam operasi penindakan itu, kata Syarif, pihaknya melakukan penyitaan sejumlah barang bukti yang disinyalir terkait dengan perkara mafia migas tersebut.

"Dari penggeledahan tersebut KPK menyita dokumen pengadaan dan data aset. Dikarenakan dugaan penerimaan suap cukup signifikan maka KPK akan terus berupaya melakukan penelusuran dan asset recovery," papar Laode.

KPK resmi menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka kasus dugaan mafia migas terkait perkara dugaan suap kegiatan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero).

Bambang diketahui juga pernah menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd periode 2009-2013.

Dalam kasus ini, Bambang diduga telah menerima uang senilai USD2,9 juta dari proses mafia migas tersebut. Aliran dana itu diterima Bambang melalui perusahaan yang didirikannya Siam Group Holding Ltd yang memiliki kedudukan hukum di British Virgin Island.

Dana tersebut diduga kuat berasal dari Kernel Oil Ltd selama periode 2010-2013. Suap ini diberikan lantaran membantu Kernel Oil dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang kepada PES.

Atas dugaan tersebut, Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsidair Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(lipo*3/okz)



Berita Lainnya :
 
  • Peduli Penghijauan, Satpolair Polres Rohil Tanam Ribuan Bibit Magrov
  • Peduli Penghijauan, Satpolair Polres Rohil Tanam Ribuan Bibit Magrov
  • Karang Taruna Pekanbaru Siap Laksanakan Loka Karya
  • Reses di Desa Pekan Kamis, Dani M Nursalam Soroti Pembangunan Ruas Jalan Provinsi
  • Bupati Siak Dampingi Kunjungan Presiden di Riau
  • Sebelum Menaiki Pesawat, Presiden Jokowi Sebut Dashboard Lancang Kuning Bagus Sekali
  • Marah Hutangnya Ditagih, Pasutri di Inhu Tega Bunuh Nenek 78 Tahun
  • Polisi Sebut Kasus Dugaan Penganiayaan Kepada Santri Tetap Dilanjutkan
  • KLHK: RUU Cipta Kerja Untuk Kesejahteraan Rakyat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index