Selasa, 25 Februari 2020
Follow:
 
KPK Panggil Bupati Bengkalis sebagai Tersangka Dugaan Suap Proyek Jalan

elpi | Hukrim
Senin, 20/01/2020 | 14:48:47 WIB
PEKANBARU, LIPO - KPK memanggil Bupati Bengkalis, Amril Mukminin terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan jalan. Amril dipanggil sebagai tersangka.

"Penyidik hari ini diagendakan memeriksa AMU, Bupati Bengkalis sebagai tersangka tindak pidana dugaan suap terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bangkalis," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis. Amril diduga menerima suap Rp 5,6 miliar.

Selain itu, KPK juga menetapkan Eks Kadis PU Bengkalis M Nasir, Direktur PT Mitra Bungo Abadi Makmur alias Aan, dan Hobby Siregar. M Nasir bersama Hobby Siregar dan Makmur ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis.

Terbaru, KPK kembali menjerat sepuluh tersangka terkait kasus itu. Berikut identitas sepuluh tersangka tersebut:

-M Nasir selaku mantan Kadis PU Bengkalis (sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka).
-Handoko selaku kontraktor.
-Melia Boentaran selaku kontraktor.
-Tirtha Ardhi Kazmi selaku PPTK.
-I Ketut Surbawa selaku kontraktor.
-Petrus Edy Susanto selaku kontraktor.
-Didiet Hadianto selaku kontraktor.
-Firjan Taufa selaku kontraktor.
-Viktor Sitorus selaku kontraktor.
-Suryadi Halim alias Tando selaku kontraktor.

Kesepuluh orang itu ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi di empat proyek dari total 6 paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis.

Keempat proyek tersebut adalah peningkatan Jalan Lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan Jalan Lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara terhadap keempat proyek tersebut, KPK menyebut negara mengalami kerugian negara sebesar Rp 475 milyar. Proyek jalan itu terdiri atas enam paket pekerjaan pada 2012 dengan total anggaran Rp 537,33 miliar.lipo*3/dtc)





Berita Lainnya :
 
  • Pelatihan dan Pemberangkatan Relawan ke Lokasi Karhutla
  • Sebanyak 83 Putra Terbaik Inhil Ikuti Seleksi Calon Tamtama TNI - AD di Pekanbaru
  • Sebelum Mahathir Mundur, Anwar Ibrahim Sebut Ada Pengkhianatan
  • Pemilik Mobil Panther yang Hangus Terbakar Ditemukan tak Bernyawa di Tapung Hulu
  • Virus Korona Mewabah di Italia, Laga Inter v Ludogorets Akan Digelar Tanpa Penonton
  • Tes SKD Berakhir Besok, 1.177 Pelamar CPNS Pekanbaru Gugur
  • Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Ini Tanggapan Puan Maharani
  • Bupati Inhil Ekspose RTDP BWP Perkotaan di Jakarta
  • Sekretaris PAN Riau Yakinkan Syamsuar Masih di PAN
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index