Kamis, 17 Oktober 2019
Follow:
 
Rupiah Makin Melemah, Ini Kata Jokowi

alfi | Ekonomi
Rabu, 05/09/2018 | 14:40:22 WIB
JAKARTA, LIPO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pelemahan kurs rupiah yang terjadi saat ini tak terlepas dari faktor eksternal. Mulai dari kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS dan Cina, serta krisis ekonomi yang terjadi di Turki dan Argentina.

Menurut Jokowi, pelemahan mata uang ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di berbagai negara lainnya.

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi baik yang berkaitan dengan kenaikan suku bunga di AS, baik yang berkaitan dengan perang dagang AS dan Cina, baik yang berkaitan dengan krisis di Turki dan Argentina," ujar Jokowi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Karena itu, Jokowi menekankan, pemerintah harus bersikap waspada dan berhati-hati terhadap dampak perekonomian dari negara lain.

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah akan terus berkoordinasi baik di sektor fiskal, moneter, industri, dan dengan para pelaku usaha. "Saya kira koordinasi yang kuat ini menjadi kunci sehingga jalannya itu segaris semuanya," katanya.

Ia menyampaikan kunci utama untuk mengatasi kondisi ekonomi saat ini yakni peningkatan investasi dan juga peningkatan volume ekspor. Sehingga masalah defisit transaksi berjalan pun juga dapat diselesaikan.

Ia pun menargetkan para menterinya untuk menyelesaikan masalah defisit transaksi berjalan dalam waktu satu tahun. "Kalau ini selesai, itu akan menyelesaikan semuanya," tambahnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan, salah satu cara untuk mengurangi impor yakni dengan mengimplementasikan kebijakan biodiesel 20 (B20). Langkah ini dinilainya akan mengurangi impor minyak hingga 5-6 miliar dolar AS.

"Kemudian kalau CPO kita pakai sendiri untuk B-20 maka suplai ke pasar turun, sehingga kami harapkan harga CPO juga naik. Ini sudah merangkak naik," jelasnya.

Selain pengurangan impor minyak, Presiden juga menekankan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) perlu ditingkatkan. Ia pun meminta baik perusahaan BUMN maupun swasta agar memperhatikan penggunaan TKDN.
"Kalau kita bisa pakai semuanya komponen dalam negeri akan ada penghematan 2-3 miliar dolar AS," kata Jokowi.(lipo*/rol)



Berita Lainnya :
 
  • PKS Inhu Sebut Calon dari PKB Sangat Istimewa
  • Dirjen PPMD Motivasi Warga Papua Barat untuk Majukan Kampung
  • Rumah Anggota PWI Pelalawan Di Amuk di Jago Merah
  • Pengurus IKKD DPRD Kuansing Terbentuk, Wella Mayangsari Kembali Pimpin IKKD Kuansing
  • Selama Sepekan, Ini 36 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus 88
  • BKSDA Selamatkan Anak Gajah di Siak yang Luka Parah Terjerat Tali Nilon
  • Zulkifli Hasan Beri Sinyal PAN Tidak Gabung Koalisi Jokowi
  • PKB Sebut Safari Politik Prabowo Bisa Hilangkan Resistensi
  • Lionel Messi Kembali Dapatkan Sepatu Emas Eropa
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index