Minggu, 25 08 2019
Follow:
 
Terkait Ketegangan di Teluk Persia, Mahathir Mohamad Salahkan AS

alfi | Internasional
Minggu, 23/06/2019 | 09:38:59 WIB
KUALA LUMPUR, LIPO - Ketegangan yang terjadi di kawasan Teluk Persia saat ini berakar pada kesalahan Amerika Serikat. Begitu kata Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Dalam sebuah wawancara akhir pekan ini, seperti dimuat Press TV, Sabtu (22/6/2019), Mahathir mengecam Amerika Serikat atas provokasi lanjutannya terhadap Iran, yang menurutnya mungkin memicu konflik nyata di Timur Tengah.

Mahathir mengatakan, keputusan Washington lebih dari setahun yang lalu untuk menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Teheran dan tindakannya baru-baru ini di Teluk Persia telah meningkatkan peluang untuk perang skala besar di wilayah tersebut.

"Saya pikir sejauh yang saya bisa lihat, Amerika, yang membuat semua provokasi," kata Mahathir kepada CNBC.

"Pertama, mereka menarik diri dari perjanjian (nuklir), dan sekarang mereka mengirim kapal perang ke (Teluk Persia), dan melakukan hal-hal yang akan memancing Iran," kata Mahathir.(lipo*3/rmol)



Berita Lainnya :
 
  • Menkominfo RI Akan Kukuhkan Kepengurusan Persada.id, Bupati Inhil Hadir Sebagai Dewan Pembina
  • Panitia Sail Nias 2019, Matangkan Persiapan Acara Puncak
  • Jelang Munas Golkar, Airlangga Mengaku Dapat Dukungan 92% Kader Golkar
  • Waspada, Ini 4 Bahaya Minum Air dari Botol Plastik Berulang Kali
  • Salah Sumbang Dua Gol, Liverpool Sukses Hancukan Arsenal 3-1
  • Abah SU Terima Kunjungan Panglima Tinggi dan Jajaran Pengurus LBDH
  • Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan, Pemda Akan Segera Cari Solusi Bagi Pedagang
  • Tabrak Tronton Parkir di Rohil, 5 Penumpang Bus PMH Meninggal Dunia
  • Lepas Kontingan O2SN Riau ke Semarang dan Aceh, Ini Harapan Gubri Syamsuar
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index