Ketua BGN Sebut 19 Ribu SPPG Baru Beroperasi Awal Januari 2026

Jumat, 02 Januari 2026 | 08:46:01 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana/ist

JAKARTA, LIPO - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan mulai mengoperasikan 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada awal Januari 2026. Jumlah SPPG itu meningkat 100 kali lipat dibandingkan pertama kali program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan pada 6 Januari 2025.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, pada awal tahun 2025, jumlah SPPG yang beroperasi hanya sebanyak 190 unit. Namun, saat ini BGN mengeklaim telah berhasil membangun fondasi layanan hingga mencapai 19.188 SPPG di akhir tahun 2025.

Baca Juga :

Intip Menu MBG saat Masa Libur Sekolah, Ada Susu, Roti Hingga Buah
Disponsori
Satu Gelas sebelum Tidur, Turun 16 Kg dalam 2 Minggu!
Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” kata Dadan melalui keterangan pers di Jakarta, Kamis (1/1/2026).

Dia menyatakan, 19.188 SPPG itu mulai beroperasi serentak pada 8 Januari 2026. Belasan ribu SPPG itu nantinya melayani sekitar 55,1 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga :

Libur Sekolah, Siswa SDN Pabuaran Tumpeng 2 Tangerang Tetap Terima MBG

Halaman 2 / 2
Menurut Dadan, kesiapan tersebut memungkinkan MBG memasuki tahun 2026 dengan mencakup penerima manfaat yang besar sejak hari pertama. Di sisi lain, sambung dia, BGN juga akan memperluas ruang peningkatan kualitas layanan.

“Mulai 8 Januari 2026, MBG langsung melayani lebih dari 55 juta penerima manfaat. Pada tahun 2026, MBG tidak hanya fokus pada intervensi gizi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan SPPG serta penguatan edukasi gizi agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam memilih makanan sehat dan bergizi,” ujar Dadan.

Menurut Dadan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk membangun pola konsumsi sehat sejak dini. Hal itu seiring target peningkatan jumlah penerima manfaat hingga 82,9 juta orang.(***)

Tags

Terkini