Puskesmas di Pekanbaru Buka Layanan Hingga Malam, Ini Harapan DPRD

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:14:08 WIB
Wako Agung Nugroho saat meninjau layanan kesehatan di Puskesmas/ist

PEKANBARU, LIPO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru memberikan dukungan terhadap Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membuka layanan Puskesmas hingga malam hari mulai 2 Januari 2026.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya nyata meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, mengatakan penambahan jam operasional Puskesmas harus diiringi dengan kesiapan tenaga medis serta sarana dan prasarana yang memadai.

"Kami di DPRD, khususnya Komisi III, mendukung penuh kebijakan ini. Harapannya, layanan Puskesmas hingga malam hari benar-benar berjalan optimal dengan dukungan tenaga medis yang cukup," ujar Sabarudi, Kamis (8/1/2026).

Pemko Pekanbaru diketahui telah memberlakukan penambahan jam operasional terhadap 21 Puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan.

Seluruh Puskesmas tersebut melayani masyarakat mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB setiap hari.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan kesehatan di malam hari, terutama warga yang bekerja hingga sore atau malam.

"Banyak masyarakat tidak sempat berobat pada jam kerja. Dengan layanan hingga malam, akses kesehatan menjadi lebih mudah dan merata," jelasnya.

Sabarudi juga meminta masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan Puskesmas di malam hari.

Ia memastikan Pemko Pekanbaru telah mempersiapkan seluruh Puskesmas untuk beroperasi lebih lama, baik dari sisi tenaga kesehatan maupun sistem pelayanan.

"Kami yakin persiapan sudah dilakukan dengan matang. Masyarakat tidak perlu khawatir untuk berobat di malam hari," katanya.

Namun demikian, Sabarudi menekankan agar penambahan jam operasional tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dibarengi peningkatan kualitas pelayanan, responsivitas tenaga medis, serta ketersediaan obat-obatan dan fasilitas pendukung.

"Jangan hanya jam layanan yang bertambah, tapi kualitasnya harus meningkat. Evaluasi rutin perlu dilakukan agar manfaat kebijakan ini benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.(***)

Tags

Terkini