Nilai Tukar Petani di Riau Februari 2026 Naik, Tertinggi Ketiga di Sumatera

Kamis, 05 Maret 2026 | 12:48:57 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Riau untuk periode Februari 2026 sebesar 191,93 atau mengalami kenaikan signifikan sebesar 1,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 188,87.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa peningkatan NTP ini disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

"Peningkatan NTP ini disebabkan oleh Indeks Harga yang Diterima petani (It) naik sebesar 1,79 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar petani (Ib) hanya naik tipis sebesar 0,16 persen," ujar Asep Riyadi, Kamis 5 Maret 2026.

Secara regional, NTP Riau juga menonjol di antara provinsi-provinsi di Pulau Sumatera. Pada Februari 2026, sebanyak 7 dari 10 provinsi di Pulau Sumatra mengalami peningkatan NTP. Riau tercatat sebagai provinsi dengan peningkatan NTP tertinggi ketiga di Pulau Sumatra, di bawah Sumatera Utara dan Jambi.

"Sementara itu, tiga provinsi lainnya mengalami penurunan NTP, dengan penurunan terdalam terjadi di Provinsi Sumatera Barat yang mencapai 1,60 persen," ujarnya.

Sementara itu dari sisi konsumsi rumah tangga pertanian, BPS Riau mencatat terjadi peningkatan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pertanian sebesar 0,20 persen pada Februari 2026. Peningkatan ini terjadi di hampir semua kelompok pengeluaran.

Peningkatan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 1,18 persen. Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan antara lain, transportasi naik 0,45 persen, penyedia makanan dan minuman/restoran naik 0,17 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 0,15 persen.

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,13 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,13 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,12 persen, kelompok kesehatan naik 0,09 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,04 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya naik 0,03 persen

"Sementara itu, kelompok pendidikan tercatat cenderung stabil atau tidak mengalami perubahan signifikan," ujarnya.

Lebih lanjut, Asep Riyadi juga memaparkan bahwa Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Riau juga mencatatkan peningkatan sebesar 1,72 persen. NTUP meningkat dari 185,77 pada Januari 2026 menjadi 188,96 pada Februari 2026.

"Peningkatan NTUP ini disebabkan oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,79 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar untuk keperluan produksi (BPPBM) hanya naik tipis sebesar 0,06 persen. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli petani untuk keperluan produksi relatif terjaga," tutupnya.*****

 

Terkini