Peringatan Keras Plt Gubri Bagi Korporasi dan Masyarakat, Jangan Coba-coba Bakar Lahan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:44:57 WIB
Plt Gubri SF Hariyanto/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal ini menyusul laporan klimatologi yang menunjukkan curah hujan di wilayah Riau pada tahun 2026 berada di bawah kondisi normal, sebuah indikator kuat akan datangnya musim kemarau ekstrem yang memicu risiko kebakaran lebih tinggi.

SF Hariyanto menegaskan bahwa tantangan tahun ini diprediksi jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Karakteristik cuaca yang lebih kering menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga tingkat tapak di desa-desa.

"Berdasarkan kondisi iklim yang ada, potensi Karhutla tahun ini diperkirakan akan lebih besar. Karena itu, kita semua harus meningkatkan kewaspadaan ekstra," ujar SF Hariyanto pada Sabtu (7/3/2026).

Dalam imbauannya, Plt Gubri secara khusus menyoroti aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat maupun korporasi. Ia meminta agar cara-cara konvensional seperti membakar lahan segera ditinggalkan dan diganti dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, satu titik api yang kecil bisa menjadi bencana besar yang tidak terkendali jika dipicu oleh angin kencang dan kondisi lahan yang mengering.

Dalam imbauannya, Plt Gubri secara khusus menyoroti aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat maupun korporasi. Ia meminta agar cara-cara konvensional seperti membakar lahan segera ditinggalkan dan diganti dengan metode yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, satu titik api yang kecil bisa menjadi bencana besar yang tidak terkendali jika dipicu oleh angin kencang dan kondisi lahan yang mengering.

Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan. Per Kamis (5/3/2026), total luasan lahan yang terbakar di Bumi Lancang Kuning telah menembus angka 1.161,64 hektare. Luasan ini tersebar hampir merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau.

Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa dari 12 kabupaten/kota, hanya satu wilayah yang sejauh ini masih nihil titik api.

"Untuk Karhutla di Riau telah terjadi di 11 daerah, kecuali Kabupaten Rokan Hulu. Total keseluruhan mencapai 1.161,64 hektar, dengan luasan paling signifikan berada di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 681,5 hektare," jelas Jim.

Selain Pelalawan, beberapa wilayah pesisir dan dataran rendah lainnya juga mencatatkan angka kebakaran yang cukup tinggi. Kabupaten Bengkalis menyusul dengan luasan 662,51 Ha, disusul Kabupaten Siak seluas 65,32 Ha, Indragiri Hilir 64,70 Ha, Kampar 38,45 Ha, serta Kota Dumai yang mencatatkan kebakaran seluas 34,12 Ha. Titik-titik ini menjadi fokus utama tim satgas udara dan darat dalam upaya pemadaman serta pendinginan lahan.

Sementara itu, wilayah lainnya juga terus dipantau secara intensif, di antaranya Kota Pekanbaru seluas 17,45 Ha, Kepulauan Meranti 13,40 Ha, Rokan Hilir 12 Ha, Kuansing 3 Ha, dan Indragiri Hulu seluas 2,7 Ha. Pemerintah berharap dengan adanya imbauan dari Plt Gubernur ini, tren kenaikan luasan lahan terbakar dapat segera ditekan melalui aksi nyata pencegahan di tingkat masyarakat.

 

 

Terkini