PEKANBARU, LIPO — Sinergi antara TNI dan Polri kembali ditunjukkan dalam kegiatan penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah Kodim 0302/Inhu–Kuansing, Rabu (11/3/2026).
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo bersama Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan hadir langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kedua perwira tinggi bintang dua itu menjadi simbol kuat soliditas TNI–Polri dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan Provinsi Riau.
Dalam sambutannya, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa program TMMD bukan sekadar agenda rutin TNI, tetapi merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
Menurutnya, pembangunan desa tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat secara langsung.
“Kita juga membangun titik-titik air di tempat-tempat yang sangat sulit dijangkau. Ini merupakan kegiatan yang harus terus berlanjut sebagai upaya kolaboratif antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peran TNI dan Polri dalam program tersebut lebih sebagai pemicu agar semangat gotong royong masyarakat dapat terus tumbuh dan berkembang.
“Kita hanya sebagai pemicu. Yang sebenarnya membangun adalah masyarakat. Kami membangun, kemudian pemerintah daerah memberikan dukungan anggaran dan masyarakat ikut bergotong royong. Tanpa dukungan masyarakat, program ini tidak akan berarti,” jelasnya.
Program TMMD ke-127 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan sumber air bersih di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses.
Selain itu, kegiatan TMMD juga mencakup program nonfisik yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persatuan, kebersamaan, dan semangat membangun desa secara mandiri.
“Saya yakin semua ini bisa dimaksimalkan sehingga hasil dari anggaran yang diberikan dapat optimal, baik untuk sasaran fisik maupun nonfisik. Yang paling penting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama membangun desa menuju kesejahteraan,” tambahnya.
Sementara itu, kehadiran Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan penuh Polri terhadap program pembangunan di daerah terpencil.
Personel Polri bersama prajurit TNI juga terlibat langsung dalam berbagai kegiatan di lapangan sebagai bentuk nyata soliditas kedua institusi dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam rangkaian kegiatan penutupan TMMD tersebut, Pangdam dan Kapolda turut melakukan pengecekan pasukan peserta upacara.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada anak-anak sekolah di wilayah tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap generasi muda sekaligus menambah semarak suasana penutupan TMMD.(***)