Bersama Wabup, Kapolres Rohil Cek Stok BBM dan Elpiji

Rabu, 11 Maret 2026 | 20:37:43 WIB
Kepolisian Resor bersama Pemerintah Daerah Rokan Hilir (Rohil) melakukan pengecekan terhadap stok bahan bakar minyak/lipo

UJUNGTANJUNG, LIPO – Kepolisian Resor bersama Pemerintah Daerah Rokan Hilir (Rohil) melakukan pengecekan terhadap stok bahan bakar minyak (BBM), Rabu (11/3/2026). 

Tim yang juga melibatkan Pertamina mendatangi langsung sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di wilayah Rohil. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi tetap aman bagi masyarakat di tengah isu gejolak energi dunia yang tengah terjadi. Pengecekan ini juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat.

Bersama Kapolres juga hadir Wakil Bupati Rokan Hilir Jhonny Charles, Sales Area PT. Pertamina Riau Budi Kurniawan Cheker Feul dan pejabat lsinnta.

Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni SIK MH mengatakan langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan aparat keamanan dalam memastikan distribusi energi di wilayah Rohil berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan.

“Kami ingin memastikan bahwa stok BBM dan gas elpiji di wilayah Rohil dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Kapolres Isa.

Pengecekan dilakukan di beberapa lokasi di antaranya SPBU Codo Banjar XII dan SPBU Ujung Tanjung CV Andy Asnur yang berada di Kecamatan Tanah Putih. 

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, stok BBM di kedua SPBU tersebut terpantau dalam kondisi aman.

Di SPBU Codo Banjar XII, stok Pertalite tercatat sebanyak 12.932 liter, sementara Pertamax mencapai 9.487 liter. Sedangkan di SPBU Ujung Tanjung, stok Pertalite tersedia sebanyak 8.844 liter dan Pertamax sebanyak 3.120 liter. Jenis BBM lainnya seperti Pertamina Dex, Dexlite, Bio Solar dan Pertamax Turbo juga tersedia dengan jumlah yang cukup. 

Tim juga melakukan pengecekan takaran BBM menggunakan alat terra meter untuk memastikan kesesuaian standar pengisian.

Dari hasil pemeriksaan, takaran BBM masih dalam batas toleransi yang ditetapkan, yakni sekitar 70 mililiter dari batas maksimal 200 mililiter, sehingga dinyatakan masih memenuhi standar yang berlaku.

Tim juga melakukan pengecekan stok gas elpiji di SPPBE PT Riau Sarana Sejahtera. Dari hasil pemeriksaan, stok elpiji yang tersedia mencapai sekitar 89 ton dengan rata-rata distribusi sekitar 16.800 tabung per hari.

Selain memastikan stok tersedia, pengecekan juga dilakukan terhadap kondisi tabung dan isi gas elpiji. Hasilnya, seluruh tabung dalam kondisi baik dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Wakil Jhonny Charles menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan distribusi energi agar penyaluran BBM dan gas elpiji tetap merata serta tepat sasaran.(***)

Tags

Terkini