Kapolda Riau Tinjau Penanganan Karhutla di Bengkalis, Beri Dukungan Moril kepada Tim Gabungan

Jumat, 03 April 2026 | 19:34:48 WIB
Irjen Herry didampingi Guru Besar IPB University bidang perlindungan hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo/lipo

PEKANBARU, LIPO— Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Jumat (3/4/2026). Kedatangan Kapolda sekaligus memberikan dukungan moril kepada tim gabungan yang tengah berupaya memadamkan api di kawasan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Irjen Herry didampingi Guru Besar IPB University bidang perlindungan hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo, serta Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar. Rombongan meninjau sejumlah titik pemadaman untuk memastikan penanganan dilakukan secara maksimal.

“Kami datang untuk memberikan motivasi dan memastikan bahwa upaya pemadaman berjalan optimal. Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan parsial, tetapi harus kolaboratif melibatkan seluruh pihak,” ujar Kapolda.

Irjen Herry menyatakan, prioritas utama saat ini adalah menemukan dan memutus titik api sedini mungkin sebelum kebakaran meluas, terutama menjelang puncak musim kemarau.

“Lebih baik melakukan kerja keras sejak awal ketimbang menghadapi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan,” katanya.

Selain fokus pemadaman, Kapolda menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Sepanjang 2025, Polda Riau menangani 74 kasus karhutla dengan jumlah tersangka yang sama.

“Penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran, baik yang disengaja maupun dengan alasan kelalaian,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, Polda Riau bersama sejumlah pemangku kepentingan memasang ratusan papan imbauan di lokasi rawan karhutla. Papan tersebut berisi peringatan ancaman pidana bagi pelaku pembakaran dan larangan pemanfaatan lahan bekas terbakar, termasuk untuk perkebunan.

“Kami ingin memberikan efek jera. Lahan yang terbakar tidak boleh dimanfaatkan kembali. Ini bagian dari moratorium agar peristiwa serupa tidak terulang,” kata dia.

Kehadiran Prof. Bambang Hero turut memberikan masukan ilmiah terkait pola penanganan karhutla. Ia juga memberikan dukungan terhadap proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan aparat.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari langkah terpadu menghadapi meningkatnya potensi karhutla di Riau, menyusul prediksi menguatnya fenomena El Niño 2026 yang berpotensi memperparah tingkat kekeringan di wilayah itu.(***)

Tags

Terkini