PEKANBARU, LIPO - Janji penambahan armada kapal Roro untuk lintasan penyeberangan Rupat–Dumai hingga kini belum terealisasi. Padahal, Dinas Perhubungan (Dishub) Riau sebelumnya berkomitmen akan mengoperasikan kapal tambahan mulai 10 April 2025.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Riau pada 7 April lalu, Dishub menyatakan bahwa satu unit kapal tambahan akan beroperasi setelah proses uji kelayakan dan pengurusan teknis selesai. Namun hingga saat ini, kapal tersebut belum juga terlihat beroperasi.
Akibatnya, penumpukan penumpang dan kendaraan terus terjadi di pelabuhan, baik dari Pulau Rupat menuju Dumai maupun sebaliknya. Kondisi ini diperparah oleh tingginya mobilitas pasca Lebaran. Antrean panjang didominasi oleh truk pengangkut hasil perkebunan, terutama buah sawit milik warga Pulau Rupat. Keterlambatan penyeberangan menghambat distribusi komoditas dan berpotensi merugikan petani.
Ketua Komisi I DPRD Riau, Nur Azmi Hasyim, mengaku kecewa dengan kinerja Dishub. Ia menilai instansi tersebut lebih fokus pada penerimaan retribusi yang mencapai Rp3,7 miliar dibandingkan peningkatan pelayanan.
"Saya sudah menyampaikan ini kepada Pak Plt Gubernur Riau. Mudah-mudahan jadi perhatian, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat," ujar Azmi, Sabtu 11 April 2026.
Ia mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau segera turun tangan mencari solusi. Saat ini, hanya dua dari tiga kapal Roro yang beroperasi. Satu unit lainnya masih menjalani uji kelayakan dan pengurusan teknis yang sebelumnya dijanjikan rampung pada 7 April.
Masyarakat pun mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan penyeberangan yang telah berlangsung sejak Lebaran lalu ini.*****