PEKANBARU, LIPO - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan gelar diskusi bersama manajemen Mall Living World, Rabu (8/4/2026).
Diskusi yang dilakukan kedua belah pihak ini, dalam rangka upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak.
Didampingi Kepala Bidang Pajak Daerah II, Ari Supriyanto kedatangan Kepala Bapenda dan jajaran disambut hangat manajemen Mall Living World.
"Ini merupakan langkah untuk memperkuat kontribusi pelaku usaha di sektor pajak reklame, pajak parkir dan Pajak Barang Jasa dan Tertentu (PBJT)," kata Denny Muharpan.
Menurutnya, saat ini pusat perbelanjaan salah satunya Living World menjadi tempat strategis yang banyak dikunjungi oleh masyarakat.
Sehingga dapat dipastikan potensi pajak daerah pun akan terserap karena perputaran aktivitas ekonomi sangat cepat.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi dengan pelaku usaha besar di Kota Pekanbaru guna memastikan seluruh potensi pajak daerah dapat terdata dan dikelola secara optimal. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menciptakan hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.
Sektor pusat perbelanjaan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan PAD. Aktivitas ekonomi yang tinggi di kawasan tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak daerah, sehingga diperlukan komunikasi yang berkelanjutan dengan pengelola pusat perbelanjaan.
“Living World merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi yang besar di Kota Pekanbaru. Karena itu, kami melakukan diskusi untuk memperkuat kolaborasi agar potensi pajak daerah dapat dioptimalkan secara maksimal dan transparan,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Bapenda memaparkan pentingnya kepatuhan pelaporan pajak dari setiap tenant yang beroperasi di dalam pusat perbelanjaan. Hal ini mencakup pajak restoran, pajak parkir, serta pajak hiburan yang memiliki kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Selain itu, Bapenda juga menekankan pentingnya sistem pencatatan transaksi yang akurat dan transparan dari setiap unit usaha yang berada di dalam area pusat perbelanjaan. Dengan sistem yang baik, pemerintah daerah dapat memperoleh data yang valid untuk mendukung proses pengawasan dan penetapan pajak yang adil.
Manajemen Living World Pekanbaru menyambut baik inisiatif diskusi yang dilakukan oleh Bapenda. Pihak pengelola menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam hal kepatuhan perpajakan dan pengelolaan data yang transparan.
Pihak manajemen juga menilai bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah merupakan langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan. Dengan adanya komunikasi yang baik, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan.
“Kami pada prinsipnya mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD. Kami juga siap bekerja sama untuk memastikan seluruh kewajiban perpajakan dapat dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar perwakilan manajemen Living World.
Bapenda Pekanbaru dalam kesempatan tersebut juga memberikan penjelasan terkait regulasi pajak daerah yang berlaku, termasuk mekanisme pelaporan dan pembayaran pajak yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pihak memahami hak dan kewajibannya secara jelas.
Selain membahas aspek teknis perpajakan, diskusi juga menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pembayaran dan pelaporan pajak. Bapenda mendorong agar seluruh pelaku usaha di pusat perbelanjaan dapat memanfaatkan sistem digital yang telah disediakan pemerintah daerah untuk mempermudah proses administrasi.
Digitalisasi ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi potensi kesalahan data, serta mempercepat proses pelaporan pajak. Dengan demikian, pengawasan terhadap penerimaan daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dan transparan.
Kepala Bapenda menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penagihan pajak, tetapi juga pada upaya membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan dunia usaha. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD harus berjalan beriringan.
“Pemerintah daerah dan pelaku usaha harus berjalan bersama. Kami tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga membuka ruang komunikasi agar semua pihak dapat memahami aturan dan menjalankannya dengan baik,” katanya.
Diskusi ini juga menjadi bagian dari upaya Bapenda Pekanbaru dalam memperluas basis pajak daerah melalui pendekatan kolaboratif. Dengan melibatkan pelaku usaha secara langsung, pemerintah berharap tingkat kepatuhan pajak dapat terus meningkat.
Bapenda berkomitmen untuk terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai sektor usaha lainnya di Kota Pekanbaru, termasuk pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan tempat hiburan. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh potensi pajak daerah dapat terkelola dengan baik.
Melalui pertemuan dengan manajemen Living World ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendukung peningkatan PAD Kota Pekanbaru. Dengan kerja sama yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(adv)