Anggota Dewan Adrias Sikapi Soal Sekolah Menerima Anak Pintar dan Anak Kurang Pintar

Kamis, 23 April 2026 | 22:17:04 WIB
Adrias/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Anggota Komisi V DPRD Riau, Adrias, menyuarakan gagasan kontroversial terkait sistem penerimaan siswa di sekolah menengah atas (SMA) negeri di Pekanbaru. 

Menurutnya, selama ini terjadi ketimpangan karena siswa pintar cenderung terkonsentrasi di sekolah favorit, seperti SMA 1 dan SMA 8, sementara sekolah lainnya ditinggalkan.

"Pengennya misalnya SMA 7, anak-anak masyarakat disekitar SMA 7 itu harus diterima semua. Jangan masukin ke SMA 8, ya SMA 8 yang di daerah SMA 8 juga," ujar Adrias dalam pernyataannya baru-baru ini.

Ia mencontohkan, anak pintar yang disatukan dengan anak biasa-biasa saja justru akan mendongkrak prestasi yang kurang pintar. Sebaliknya, mengelompokkan anak pintar dengan pintar hanya akan merugikan anak yang dianggap kurang pintar. 

"Kasihan yang bodohnya. Tapi kalau anak pintar dimasukkan anak yang sedang, itu akan jadi pintar loh," tegasnya.

Istri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto itu mengibaratkan hal itu seperti dalam pergaulan. 

"Orang bilang, kalau kita berempat penjudi semua, yang kelima pasti ikut jadi penjudi. Ya kan? Kalau anak pintar semua, masukkan anak kita, anak kita akan jadi pintar," jelasnya.

Ia mengusulkan adanya kuota tertentu di setiap sekolah negeri untuk mencampur siswa dari berbagai tingkat kemampuan. 

"Harus digabung juga sekian persen anak yang segini, sekian persen anak yang segini. Pemerataan itu yang paling penting," katanya.

Meski usulannya dinilai sulit terealisasi, Adrias menegaskan akan terus memperjuangkannya. 

"Yang penting kita perjuangkan dulu, suarakan dulu. Harus ada perbaikan dengan sistem yang sudah ada," tutupnya.*****

 

Terkini