PEKANBARU, LIPO - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Komisi II DPRD Provinsi Riau meminta Dinas Peternakan untuk meningkatkan pengawasan terhadap arus keluar-masuk hewan kurban, terutama sapi, di wilayah Riau.
Permintaan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Androy Ade Rianda, Senin 11 Mei 2206. Ia menekankan akan pentingnya pendataan dan pengawasan yang ketat, mengingat jumlah hewan yang diperkirakan cukup besar.
"Kami minta kepada Dinas Peternakan untuk gencar dan fokus mengawasi berapa sapi dan hewan kurban yang masuk dan keluar di Provinsi Riau. Tentu ini juga akan kami minta datanya nanti," ujar Androy.
Ia menjelaskan, data yang dibutuhkan tidak hanya sebatas jumlah, tetapi juga asal-usul hewan yang masuk ke Riau dan tujuan hewan yang keluar dari Riau ke provinsi lain. Hal ini katanya sangat penting mengingat hewan kurban yang masuk mencapai ratusan, bahkan mungkin ribuan ekor.
"Karena kita juga melihat jumlahnya cukup banyak, ada ratusan ekor, mungkin bisa ribuan. Kita minta dari Dinas Peternakan fokus dalam pengawasan keluar masuknya hewan ternak untuk kurban di Provinsi Riau," tegasnya.
Selain kuantitas dan asal-usul, Dia juga meminta aspek kesehatan hewan kurban harus perhatian serius.
"Termasuk kesehatannya? Ya, nanti kita juga minta pastikan kesehatannya. Jangan sampai sapi yang dikorbankan tidak layak, sakit, ataupun cacat, dan tidak baik untuk dikorbankan," pungkasnya.*****