Mahasiswa Sosiologi UNRI Belajar Demokrasi Langsung di KPU Riau, Belajar Tata Kelola Pemilu dari Praktisi

Jumat, 15 Mei 2026 | 13:10:34 WIB
Puluhan mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Riau belajar demokrasi di KPU Riau /lipo

PEKANBARU, LIPO - Puluhan mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Riau tak hanya belajar demokrasi dari bangku kuliah. Rabu (13/5/2026).

Mereka turun langsung ke lapangan dengan melaksanakan praktikum mata kuliah Sosiologi Politik di Kantor KPU Provinsi Riau. Sebanyak 50 mahasiswa didampingi dosen pengampu, Robi Armilus, S.Sos., M.Si., dan Rufaidah Syafawani, M.A., antusias menyelami seluk-beluk penyelenggaraan pemilu.

Praktikum ini dibuka langsung oleh Ketua KPU Riau, Rusidi Rusdan, S.H., S.Ag., M.Pd.I. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa KPU bukan sekadar penyelenggara teknis pemilu, tapi juga garda depan pendidikan politik.

“Kami ingin mahasiswa melihat secara nyata bagaimana demokrasi dijalankan. Bukan sekadar teori, tapi proses, tantangan, dan tanggung jawabnya. Partisipasi politik yang cerdas lahir dari pemahaman yang utuh,” ujar Rusidi.

Sementara itu, Robi Armilus selaku dosen pengampu menjelaskan bahwa praktikum lapangan adalah jantung dari pembelajaran Sosiologi Politik.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tapi juga membaca realitas secara kritis dan objektif. Dengan melihat langsung kerja-kerja KPU, kesadaran politik mereka diharapkan tumbuh lebih tajam,” terang Robi.

Dalam sesi diskusi dan pemaparan, anggota KPU Riau Divisi Teknis Penyelenggaraan, Nahrawi, S.Ag., membeberkan pengalaman riil pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024 di Provinsi Riau, lengkap dengan tahapan dan dinamika di lapangan. Ia menekankan bahwa kualitas demokrasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Tak ketinggalan, Nugroho Noto Susanto, S.IP., M.Si., anggota KPU Riau Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, menyampaikan materi bertajuk “KPU sebagai Pilar Demokrasi: Birokrasi, Tata Kelola, dan Hukum Kepemiluan.” Ia menyoroti peran strategis kampus dalam mencetak generasi muda yang melek politik.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka harus aktif, kritis, tapi tetap objektif dalam menyikapi isu kepemiluan. Kampus adalah rumah bagi budaya demokrasi yang sehat,” tegas Nugroho.

Turut hadir mendampingi kegiatan ini Sudarsono, S.H., Kepala Bagian Parmas dan SDM KPU Riau. Kegiatan berlangsung interaktif, ditutup dengan sesi tanya jawab yang hangat antara mahasiswa dan para komisioner.(***)

Tags

Terkini