LIPO - Suasana Hari Raya Idul Adha masih begitu terasa meski telah memasuki hari kedua. Gema takbir masih terdengar dari surau dan masjid, sementara aktivitas warga di kampung kembali ramai sejak pagi.
Seperti yang terlihat di halaman Surau Baiturrahman, Jalan Merdeka Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), masyarakat berkumpul untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang memang telah dijadwalkan pada hari kedua lebaran.
Udara pagi yang sejuk dipenuhi semangat kebersamaan. Warga datang silih berganti, ada yang membantu panitia, ada pula yang menunggu pembagian daging qurban. Anak-anak pun tampak antusias menyaksikan proses penyembelihan, sementara kaum ibu sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja sukarela.
Hari kedua Idul Adha menjadi momen yang tak kalah bermakna. Justru di tengah suasana yang mulai tenang setelah hari raya pertama, nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terasa semakin hangat. Semua saling membantu tanpa memandang status sosial maupun latar belakang.
Qurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk nyata keikhlasan dan rasa syukur. Dari hewan qurban yang disembelih, tersalurkan kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Daging qurban dibagikan secara merata agar semua dapat merasakan berkah Hari Raya Idul Adha.
Ayu, salah seorang peserta qurban mengaku bersyukur masih diberi kesempatan untuk berbagi dengan sesama di momen Idul Adha tahun ini. Menurutnya, qurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
“Alhamdulillah, tahun ini masih diberi rezeki untuk berqurban. Rasanya bahagia bisa berbagi dengan sesama. Semoga ini menjadi berkah untuk semua,” ujar warga Jalan Telaga Musim Kelurahan Teluk Pinang ini, Kamis 28 Mei 2026.
Semangat gotong royong terlihat begitu hidup sepanjang proses penyembelihan hingga pembagian qurban. Pengurus surau dibantu para pemuda memotong dan mengemas daging, tokoh masyarakat mengatur jalannya kegiatan, sementara warga lainnya saling bahu membahu demi kelancaran acara.
“Hari ini kita memotong 8 ekor sapi dan 4 ekor kambing,” kata Aswandi, Pengurus Surau Baiturrahman Teluk Pinang usai melakukan pemotongan hewan qurban.
Hari Raya Qurban tentunya menjadi pengingat penting terutama dalam menjaga solidaritas sosial. Momen seperti ini menghadirkan kembali rasa persaudaraan yang mungkin mulai jarang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Raya Qurban akhirnya mengajarkan satu makna mendalam bahwa berbagi tidak pernah membuat seseorang kehilangan. Sebaliknya, dari berbagi lahir rasa syukur, kepedulian dan kebahagiaan yang tumbuh bersama.
Di balik kesibukan hari kedua Idul Adha, tersimpan nilai kemanusiaan yang begitu indah. Sebab sejatinya, qurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi juga tentang hati yang belajar ikhlas dan tangan yang terus terbuka untuk membantu sesama.*****