Angin Sering Berputar Arah, Tim Dalkarhut Kerepotan Kendalikan Karhutla di Sokoi Pelalawan Riau

Senin, 01 Juni 2026 | 13:58:03 WIB
Ilustrasi/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Kondisi vegetasi serta angin kencang yang kerap berubah arah menjadi kendala tersendiri bagi Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) dalam Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) di wilayah Sokoi, Kabupaten Pelalawan, Riau. 

Hingga Senin (1/6/2026) pagi, dua tim Manggala Agni Daops Rengat masih melaksanakan operasi pemadaman di kawasan yang didominasi semak belukar dan vegetasi kering di atas lahan gambut.

Asap masih terlihat keluar dari sejumlah titik sehingga personel bergerak cepat sejak pagi hari untuk mencegah api berkembang lebih luas saat suhu udara meningkat.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi lapangan mengharuskan tim bekerja lebih awal karena cuaca pagi relatif lebih mendukung proses pemadaman dibandingkan siang hari.

"Di wilayah Sokoi, dua tim Daops Rengat sudah mulai beroperasi sebelum pukul 08.00 WIB. Kondisi pagi ini asap masih terlihat sehingga membutuhkan gerakan cepat sebelum siang agar lebih mudah dikendalikan. Kami memanfaatkan waktu pagi untuk menekan perkembangan api sebelum cuaca menjadi lebih ekstrem," kata Ferdian.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi personel adalah melimpahnya bahan bakaran alami berupa semak dan vegetasi kering yang sangat mudah terbakar.

Kondisi tersebut diperparah dengan karakteristik angin di lokasi yang sering berubah arah dan berputar sehingga berpotensi mempercepat penyebaran api.

"Bahan bakaran di lokasi cukup melimpah dan mudah terbakar. Selain itu, saat siang hari angin sering bertiup kencang dan berubah arah atau berputar sehingga harus selalu diwaspadai. Kondisi ini membuat strategi pemadaman harus terus menyesuaikan perkembangan di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, tim Manggala Agni Daops Pekanbaru melaksanakan tahap mopping up atau pendinginan lanjutan.

Berdasarkan hasil pemantauan udara, kondisi kebakaran menunjukkan perkembangan yang signifikan ke arah pengendalian, namun penyapuan akhir tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

"Untuk Kandis, progres pengendalian terlihat cukup baik dari hasil pemantauan udara. Namun tim tetap melakukan penyapuan dan pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran kembali," jelas Ferdian.

Di lokasi lainnya, yakni Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera menambah kekuatan pemadaman dengan mengerahkan satu tim tambahan dari Daops Dumai guna memperkuat personel yang telah lebih dahulu bekerja di lapangan.

"Hari ini satu tim tambahan dari Daops Dumai bergabung untuk memperkuat operasi di Rantau Bais. Kami juga masih menyiagakan personel tambahan apabila sewaktu-waktu diperlukan. Kondisi di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya," tutur Ferdian.

Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memastikan seluruh personel Manggala Agni tetap siaga penuh dalam menghadapi perkembangan karhutla di sejumlah wilayah Riau, terutama pada area dengan vegetasi kering dan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyebaran api. *****

 

 

Terkini