PEKANBARU, LIPO - Komisi III DPRD Riau menyatakan siap mengevaluasi menyeluruh kinerja BUMD. Evaluasi di tengah jalan hingga pergantian Direksi akan ditempuh jika BUMD dinilai tidak becus dan gagal dongkrak PAD.
Ketua Komisi III DPRD, Edi Basri, mengatakan, evaluasi ink didasari temuan faktual di lapangan dimana masih banyak BUMD Riau dalam kondisi yang memprihatinkan.
"BUMD adalah salah satu tulang punggung APBD untuk mendongkrak PAD. Ini bukan jabatan untuk pamer, karena ini tuntutan rakyat. Kalau nanti kinerjanya tidak baik, Komisi III bisa menuntut dan mengevaluasi mereka di tengah jalan," tegas ketua komisi III DPRD Edi Basri baru-baru ini.
Bahkan, kata Edy, beberapa BUMD yang telah beroperasi puluhan tahun belum mampu mengembalikan modal awal dan memberikan keuntungan bagi daerah. Dari 6 BUMD yang ada di Riau, hanya 2 yang dinilai sehat. Sisanya berada dalam kondisi tidak sehat dengan berbagai persoalan, mulai dari kerugian, utang besar, hingga pailit.
PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) misalnya, dari tiga anak perusahaan, hanya satu yang masih beroperasi. Sementara PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) dan PT Jamkrida Riau bahkan tidak mampu menyetorkan dividen karena mengalami defisit.
Ke depan, Komisi III katanya akan memanggil kembali direksi BUMD yang baru terpilih untuk memastikan visi dan misi mereka bukan sekadar retorika di atas kertas. Target satu tahun pertama akan menjadi patokan utama, termasuk penyelesaian persoalan internal yang menghambat kinerja.
"Besok kita tanyakan lagi. Kita kasih waktu beberapa waktu kedepan untuk menyelesaikan persoalan internal, agar jangan nanti berkotak-kotak di dalam. Ini adalah amanah rakyat, dan kami akan terus mengawalnya," pungkas politisi Gerindra ini.*****