PEKANBARU, LIPO – DPW Partai NasDem Riau akan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) sekaligus bedah film berjudul “Rengat 1949” di Anjung Seni Idrus Tintin, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (20/6). Sejumlah persiapan teknis terus dimatangkan demi menyukseskan agenda tersebut.
Ketua panitia kegiatan, Andre Gunawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lokasi, termasuk kesiapan layar dan sistem suara. Ia memastikan seluruh persiapan hampir rampung.
“Kami sudah meninjau langsung tempat acara, termasuk memastikan kualitas sound system dan layar penayangan. Secara keseluruhan, persiapan sudah mendekati final,” ujarnya, Jumat (19/6).
Kegiatan ini rencananya akan dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Boby Rahmat. Selain pemutaran film, acara juga akan diisi dengan sesi diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya keluarga saksi sejarah, akademisi Panca Setyo Prihatin, Sekretaris Umum Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kebangsaan Riau Kejuangan 45 Rustam Effendi, serta kreator film, Fitra Asrirama.
Andre menjelaskan, kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari alumni Remaja Bernegara NasDem (RBN) Riau, mahasiswa, tokoh veteran, kader partai, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, nobar dan bedah film ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme serta memperluas wawasan generasi muda terhadap sejarah daerah, khususnya peristiwa yang terjadi di Riau.
Film “Rengat 1949” sendiri diangkat dari berbagai literasi sejarah, termasuk buku “Lagu Sunyi dari Indragiri” karya Yusril Ardanis. Film berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) ini menggambarkan perjuangan rakyat Indragiri saat menghadapi Agresi Militer Belanda II.
Peristiwa tragis pada 5 Januari 1949 menjadi sorotan utama, ketika pengeboman dan serangan brutal Belanda menewaskan sekitar dua ribu warga di Kota Rengat. Pembantaian massal yang terjadi di sepanjang Sungai Indragiri bahkan membuat air sungai berubah warna menjadi merah.
Salah satu korban dalam tragedi tersebut adalah Bupati Indragiri saat itu, Tulus, yang tewas ditembak di hadapan istri dan anaknya. Tulus diketahui merupakan ayah dari penyair nasional Chairil Anwar.
Seluruh rangkaian peristiwa kelam tersebut divisualisasikan secara dramatis dalam film “Rengat 1949”, yang diharapkan mampu membangkitkan kesadaran sejarah sekaligus rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat.(***)