Komisi X DPR RI Bawa Kabar Baik untuk Siak, DAK Pendidikan Rp240,4 Miliar dan Rehabilitasi Istana Disetujui

Kamis, 23 Juli 2026 | 17:08:42 WIB

SIAK, LIPO – Kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI ke Kabupaten Siak, Riau, mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Siak dipastikan menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar, sekaligus memperoleh dukungan pemerintah pusat untuk rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri senilai Rp5,5 miliar, setelah berbagai usulan pembangunan dipaparkan kepada rombongan Komisi X dan kementerian mitra.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan kunjungan Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Anggota bersama jajaran kementerian mitra menjadi momentum penting bagi Kabupaten Siak. Menurutnya, pemerintah pusat tidak hanya melihat langsung potensi daerah, tetapi juga merespons berbagai kebutuhan yang selama ini menjadi prioritas pembangunan.

"Alhamdulillah Kabupaten Siak menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya kunjungan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI. Bersama Komisi X juga hadir para direktur jenderal, direktur, dan jajaran kementerian yang menjadi mitra mereka. Ini menjadi suatu anugerah bagi kami," kata Afni dalam pertemuan Komisi X DPR RI bersama Pemkab Siak di Balairung Datuk  Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat Siak, Rabu (22/7/2026).

Ia mengatakan, dari kunjungan tersebut Kabupaten Siak memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar. Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri yang selama ini belum dapat diakomodasi melalui APBD.

"Alhamdulillah, ini suatu anugerah untuk kita karena kita mendapat DAK nonfisik pendidikan di tahun 2026 ini sebesar Rp240,4 miliar, selain itu tadi ada juga untuk membantu rehabilitasi stadion lalu untuk membantu rehabilitas Istana Siak,"  kata dia.

"Ini kabar gembira dan kesyukuran bahwa  yang tadinya kita membutuhkan anggaran untuk rehabilitasi Istana melalui APBD tetapi belum ada, tahun ini mendapat dukungan pengerjaan sebesar Rp5,5 miliar untuk Istana Siak dan Balairung Sri," tambahnya.

Afni berharap dukungan tersebut menjadi awal bagi terealisasinya berbagai program prioritas lain yang telah diusulkan Pemerintah Kabupaten Siak, khususnya di sektor pendidikan dan pelestarian warisan budaya.

Senada juga dikatakan, Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, mengatakan kunjungan ke Kabupaten Siak memberikan gambaran langsung mengenai potensi sejarah dan budaya yang dimiliki Negeri Istana. Menurutnya, kekayaan tersebut perlu dijaga bersama karena memiliki nilai penting, tidak hanya sebagai warisan bangsa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

"Hampir semua mitra kami memberikan respons yang sangat positif terhadap berbagai aspirasi yang dikemukakan. Mulai dari revitalisasi sekolah, termasuk SLB, sampai pelestarian dan perlindungan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak dan sangat bernilai," ucapnya.

"Saya kira menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk bersama-sama memastikan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap lestari dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata," lanjutnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan konsep kunjungan yang memperlihatkan langsung kehidupan masyarakat dan identitas Kabupaten Siak. Dalam sehari, rombongan diajak mengunjungi sekolah, menyusuri kawasan bersejarah, menyeberangi Sungai Siak, menikmati kuliner lokal, hingga menyaksikan berbagai warisan budaya, baik benda maupun tak benda.

"Kesan dari awal sudah benar-benar berbeda. Kami diajak melihat langsung sumber peradaban masyarakat Siak yang berbasis sungai. Budayanya sangat kaya, mulai dari kuliner, sastra, musik sampai tarian. Padahal kami baru satu hari berada di Siak," ujarnya.*****

 

Terkini