Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Usul Bangun Drainase Besar dan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir

Selasa, 28 Juli 2026 | 12:11:58 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri

PEKANBARU, LIPO - Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri mendorong Pemko Pekanbaru segera menyusun penanganan banjir berbasis perencanaan jangka panjang. 

Menurut politisi senior Partai Demokrat ini, banjir yang kembali terjadi saat hujan deras seperti di Jalan Jendral Sudirman depan RS Awal Bros menunjukkan sistem drainase kota belum mampu menampung debit air.

"Arus deras di depan RS Awal Bros sangat membahayakan pengendara motor. Ini harus jadi perhatian serius semua pihak," kata Azwendi, Selasa (28/7/2026).

Ia menilai penanganan banjir tidak bisa lagi dilakukan parsial. Penataan harus menyeluruh seiring pesatnya pertumbuhan Kota Pekanbaru.

"Pertumbuhan Kota Pekanbaru saat ini tentu jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Karena itu, penataan kota harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan sanitasi, drainase, parit, hingga saluran air di kawasan permukiman maupun jalan-jalan utama," ujarnya.

Azwendi mengapresiasi upaya Pemko yang dinilai berhasil mengurangi genangan di depan Pasar Buah setelah drainase diperbaiki. Ia juga berterima kasih kepada Pemprov Riau yang ikut membantu penanganan banjir di ruas jalan protokol.

"Kita melihat ada beberapa titik yang sudah diperbaiki dan hasilnya cukup baik. Ini menunjukkan bahwa jika dikerjakan dengan serius, persoalan banjir bisa diminimalisir," terangnya.

Namun ia menekankan, penanganan saat hujan hanya bersifat sementara. Solusi jangka panjang harus jadi prioritas karena banjir juga melanda banyak kawasan permukiman.

Azwendi mengusulkan pembangunan drainase berukuran besar di sepanjang Jalan Sudirman yang terhubung langsung ke sungai utama. Selain itu perlu kolam retensi di titik strategis untuk menampung air hujan sementara sebelum dialirkan ke sungai.

"Kalau memang dibutuhkan, buat kolam retensi. Air ditampung sementara sebelum dialirkan ke sungai sehingga tidak langsung melimpah ke jalan maupun permukiman," paparnya.

Ia juga mendorong pembangunan ducting atau utilitas bawah tanah untuk jaringan kabel agar penataan kota lebih rapi dan drainase tidak terganggu.

Azwendi mengingatkan masyarakat ikut berperan dengan tidak menyempitkan parit. 

"Parit-parit besar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman maupun jalan protokol lainnya jangan dipersempit. Saluran yang sudah besar harus diteruskan hingga terhubung ke anak sungai agar aliran air menjadi lancar," tegasnya.

"5 tahun ke depan kondisi ini bisa lebih parah, apalagi 10 tahun mendatang jika tidak kita siapkan dari sekarang. Dibutuhkan keberanian pemerintah menyusun perencanaan matang dan dukungan penuh masyarakat," tutupnya.*****

 

Terkini