PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Pekanbaru, Sumardany, menggelar reses masa sidang kedua di Perumahan Pesona Asri Beringin, RT 03 RW 01, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Kamis malam 30 Juli 2026.
Kegiatan reses tersebut dihadiri Lurah Sungai Sibam Sarlubi, Ketua PAC Partai Demokrat Bina Widya Rina, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Dalam sambutannya, Sumardany menjelaskan bahwa reses merupakan agenda resmi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
"Ada 65 anggota DPRD Riau yang saat ini menggelar reses untuk mendengar aspirasi masyarakat. Saya salah satunya sebagai wakil masyarakat Dapil Pekanbaru. Inilah tugas dan fungsi DPRD Riau, yakni menyerap, menghimpun, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat," ujar Sumardany.
Ia juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat agar tidak hanya menyampaikan aspirasi saat reses berlangsung.
"Silakan masyarakat menghubungi nomor saya apabila ada persoalan atau aspirasi yang ingin disampaikan. Insya Allah akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan," katanya.
Dalam sesi dialog, berbagai persoalan disampaikan warga. Suratman, salah seorang warga, meminta bantuan pembangunan turap di wilayah perbatasan Sungai Sibam yang dinilai rawan abrasi.
"Di perbatasan Sungai Sibam kami sudah mengajukan pembangunan turap. Kami berharap ada bantuan agar segera direalisasikan," ujarnya.
Sementara itu, Agus Saputra Sembiring mempertanyakan mekanisme pengaduan apabila masyarakat mengalami kesulitan membayar biaya pendidikan. Ia juga mengusulkan pembangunan drainase besar di Jalan Beringin, tepatnya di kawasan Perumahan Trilogi.
Menanggapi hal tersebut, Sumardany menjelaskan bahwa pemerintah memiliki program afirmasi bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan sehingga biaya pendidikan dapat ditanggung pemerintah. Ia juga memastikan usulan pembangunan drainase akan diperjuangkan.
"Usulan drainase ini akan kita masukkan pada pembahasan tahun ini. Mudah-mudahan bisa menjadi prioritas karena memang berkaitan dengan penanganan banjir," kata politisi Demokrat ini.
Sumardany juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan program penghapusan denda dan biaya balik nama kendaraan bermotor yang sedang diberikan pemerintah.
Keluhan serupa juga disampaikan Ketua RW, Wawan Hartoyo. Ia menyebut kawasan yang dihuni sekitar 600 kepala keluarga itu masih memiliki sejumlah persoalan infrastruktur.
"Perumahan ini sudah berdiri sekitar 16 tahun. Masih ada beberapa blok yang belum tersentuh semenisasi sepanjang kurang lebih 250 meter. Selain itu, Posyandu juga belum memiliki bangunan sendiri dan masih menumpang," ungkapnya.
Warga lainnya, Hera, berharap pemerintah menghadirkan layanan transportasi umum berupa bus untuk memudahkan akses pelajar menuju sekolah di pusat kota. Ia juga mengeluhkan kondisi parit dan gorong-gorong yang telah amblas.
Sedangkan Rista menyampaikan persoalan banjir yang telah dirasakan warga selama kurang lebih 16 tahun.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sumardany mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara bertahap sistem drainase harus dibenahi sehingga debit air dapat mengalir dengan baik.
"Persoalan banjir, sampah, dan drainase menjadi perhatian kita bersama. Drainase lingkungan akan kita benahi secara bertahap agar persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat dikurangi," tegasnya.
Reses berlangsung dalam suasana dialog yang hangat. Seluruh aspirasi masyarakat dicatat untuk diperjuangkan melalui pembahasan program pembangunan bersama Pemerintah Provinsi Riau sesuai kewenangan DPRD Riau.*****