PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan. Pasalnya, sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus 2026 sudah 79 titik kebakaran lahan dengan total luas 43,64 hektar.
Wilayah paling rawan berada di kawasan pinggiran kota, khususnya Kecamatan Payung Sekaki, Rumbai, dan Bukit Raya.
Plt Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manouluk mengatakan, kebakaran lahan terbanyak terjadi di Kecamatan Payung Sekaki.
"Total ada 22 kejadian kebakaran lahan berlangsung di kecamatan tersebut dari Januari hingga pertengahan Agustus 2026 ini," kata Martin, Jumat (14/8/2026).
Dua kecamatan lain yang juga rawan adalah Kecamatan Rumbai dan Bukit Raya. Secara keseluruhan, BPBD mencatat sudah 79 kejadian kebakaran lahan di Pekanbaru tahun ini.
"Sedangkan luas lahan yang terbakar mencapai 43,64 hektar," tambahnya.
Kebakaran lahan terakhir terjadi di Jalan Beringin, Kelurahan Sungai Sibam, Kecamatan Binawidya, Kamis (13/8/2026).
Tim gabungan sudah 2 hari berjibaku memadamkan api di lahan gambut seluas 1,5 hektar tersebut.
"Tim di lapangan bersama aparat gabungan berjibaku memadamkan lahan di Kawasan Sungai Sibam. Hari ini kami optimalkan pemadaman agar berlanjut ke proses pendinginan," jelas Martin.
Martin menyebut, Pemko Pekanbaru sudah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Lahan. Saat ini ada 90 personel BPBD yang setiap hari melakukan monitoring ke kawasan rawan.
Langkah ini sebagai antisipasi dampak fenomena El Nino. Apalagi sudah ada arahan langsung dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho untuk memperkuat pencegahan dan penanganan di lapangan.
"Kami bersama aparat gabungan mengantisipasi ancaman kebakaran lahan. Personel terus disebar untuk patroli dan pemadaman cepat," ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor ke 112 jika melihat titik api.*****