Dampak Karhutla: 1.960 Kasus ISPA 8 Hari Terakhir, Pekanbaru-Pelalawan Tertinggi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:36:31 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 1.960 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam 8 hari terakhir. Lonjakan kasus diduga kuat dipicu kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Data itu dihimpun sejak Rabu (19/8/2026) hingga Rabu (26/8/2026). Kasus tertinggi terjadi pada hari terakhir dengan 634 kasus.

"Berdasarkan hasil rekapan kita terhitung 19-26 Agustus, terdapat total kasus ISPA sebanyak 1.960 kasus. Yang mana kasus paling banyak ditemukan hari ini, sebanyak 634 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli, Kamis (27/8/2026).

Zulkifli merinci, kasus ISPA tersebar di 10 kabupaten/kota. Dua wilayah tertinggi yakni Kota Pekanbaru dengan 563 kasus dan Kabupaten Pelalawan 535 kasus.

Wilayah lain Siak 198 kasus, Kampar 195 kasus, Kuantan Singingi 181 kasus, Rokan Hulu 114 kasus, Rokan Hilir 68 kasus, Bengkalis 51 kasus, Indragiri Hulu 28 kasus, dan Kota Dumai 27 kasus.

Menyikapi lonjakan, Dinkes Riau meminta seluruh fasilitas kesehatan gencar melakukan edukasi dampak polusi udara dan protokol kesehatan.

Masyarakat diimbau memantau kualitas udara lewat aplikasi, mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup ventilasi saat polusi tinggi, serta menggunakan penjernih udara di dalam ruangan.

"Kemudian kita minta juga tenaga kesehatan agar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan penjernih udara dalam ruangan, menghindari sumber polusi dan asap rokok, menggunakan masker saat polusi udara tinggi, melaksanakan PHBS; dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan," kata Zulkifli.

Ia juga mendorong deteksi dini dan pemeriksaan ke faskes terdekat jika muncul gejala. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti anak, ibu hamil, lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

"Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota," pungkasnya.*****

 

 

Terkini