Karhutla Mengintai: 2.051 Hotspot Terdeteksi di Sumatera, Riau Urutan Ketiga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:20:33 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengintai Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 207 titik panas atau hotspot di Provinsi Riau hingga Jumat, 28 Agustus 2026.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari total 2.051 hotspot yang terpantau menyebar di seluruh Pulau Sumatera.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia mengatakan, ratusan hotspot di Riau itu tersebar di delapan kabupaten/kota.

"Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 91 titik. Selanjutnya Kabupaten Indragiri Hilir terdeteksi 58 hotspot," ujar Bella.

Selain dua wilayah tersebut, sebaran hotspot lainnya meliputi Kabupaten Siak 19 titik, Kuantan Singingi 18 titik, dan Indragiri Hulu 17 titik.

Sementara itu, Kabupaten Bengkalis terpantau 2 titik, serta Kota Dumai dan Kota Pekanbaru masing-masing 1 titik panas.

Di tingkat Sumatera, Sumatera Selatan masih menjadi provinsi dengan sebaran hotspot tertinggi mencapai 1.280 titik. Disusul Bangka Belitung 264 titik dan Riau di posisi ketiga dengan 207 titik.

Hotspot juga terdeteksi di Lampung 153 titik, Jambi 86 titik, Aceh 27 titik, Sumatera Utara 16 titik, Kepulauan Riau 12 titik, serta Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing 3 titik.

Di tengah tingginya jumlah hotspot, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Riau berpotensi diguyur hujan ringan pada hari ini.

Hujan diprediksi terjadi di sebagian wilayah Bengkalis, Pelalawan, Kampar dan Dumai pada siang hingga sore hari. Sementara pada malam hingga dini hari, hujan berpotensi mengguyur wilayah Rokan Hilir.

Kondisi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kelembaban lahan dan menekan potensi meluasnya karhutla, meski upaya pemantauan dan penanganan di lapangan tetap harus ditingkatkan.*****

 

Terkini