Titik Api Ditemukan di Areal Konsesi Korporasi, Edi Basri: Jangan Sampai Apresiasi Presiden Jadi Bumerang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:03:31 WIB
Edi Basri/f: lipo

PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau yang juga Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski Presiden Prabowo Subianto telah memberikan apresiasi terhadap kinerja tim dalam penanganan karhutla di Riau.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul masih tebalnya asap serta adanya temuan titik api di wilayah perbatasan Pekanbaru-Kampar. Berdasarkan informasi dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), terdapat titik api yang berada di areal konsesi korporasi besar di Riau.

"Ya, sebagaimana kondisinya sekarang, asap masih tebal. Ada titik api di areal perbatasan Pekanbaru-Kampar," ujar Edi Basri, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurutnya, apresiasi yang diberikan Presiden terhadap seluruh sektor yang bergerak dalam penanganan karhutla harus menjadi motivasi untuk terus bekerja, bukan justru membuat semua pihak lengah.

"Walaupun dalam laporan tim semua sektor yang bergerak di bidang karhutla mendapat apresiasi positif dari Pak Presiden, itu bukan berarti kita harus lengah dan lalai untuk seterusnya," tegasnya.

Edi menilai potensi karhutla masih dapat berkembang, terlebih kondisi cuaca panas masih cukup tinggi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah dan jajaran terkait di Kabupaten Kampar, tetap berkonsentrasi melakukan pencegahan dan penanganan karhutla.

"Potensi ini masih bisa berkembang, apalagi dalam konteks panas masih tinggi. Untuk itu semua pihak harus konsentrasi, termasuk Kampar, dalam rangka penanganan karhutla ini," katanya.

Anak buah Prabowo Subianto ini juga mengingatkan agar kondisi karhutla pasca kunjungan Presiden tidak justru memburuk. Menurut Edi, apresiasi Presiden harus dijaga dengan memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

"Saya tidak ingin nantinya setelah Pak Presiden pulang dari sini, memberikan apresiasi, tetapi kemudian menimbulkan pemerintahan yang tidak sesuai setelah kunjungan Pak Presiden. Itu nantinya bisa menjadi bumerang bagi semua pihak yang sudah diberikan apresiasi," ujarnya.

Selain persoalan penanganan di lapangan, Edi meminta keterlibatan perusahaan dan kondisi areal konsesi korporasi dievaluasi secara serius. Hal itu menyusul laporan Walhi mengenai keberadaan titik api di kawasan konsesi perusahaan.

"Keterlibatan dan atau areal korporasi itu betul-betul dievaluasi secara baik. Karena dari Walhi mengatakan ada titik api berada di areal konsesi korporasi besar di Riau," jelasnya.

Edi menegaskan, apabila titik api benar berada di areal konsesi perusahaan dan ditemukan adanya pelanggaran, maka penindakan harus dilakukan secara tegas tanpa memandang siapa perusahaan tersebut.

"Jika itu terjadi, maka sesuai pesan Pak Presiden secara tegas, tindak dengan tegas. Jangan pandang bulu. Perusahaan apa pun akan dicabut izinnya. Semua izinnya akan dicabut. Itu harus diperhatikan dengan baik oleh semua pihak," tegas Edi.

Politisi Gerindra ini berharap seluruh pemangku kepentingan tidak hanya bekerja maksimal saat Presiden berada di Riau, tetapi mampu menjaga kondisi karhutla tetap terkendali setelah kunjungan tersebut.

"Karena kalau ini tidak membaik setelah Pak Presiden sudah berkunjung, otomatis nanti ada saja yang menyalahkan Pak Presiden," katanya.

Edi kembali mengingatkan agar apresiasi yang diberikan Presiden menjadi tanggung jawab bersama untuk dipertahankan.

"Saya sebagai kader Gerindra mengingatkan, apresiasi Pak Presiden itu dipegang teguh sebagai sebuah penghargaan. Jangan nanti setelah ini menjadi sebuah bumerang untuk kita, Riau," pungkasnya.*****

 

Terkini