Belajar dari Malioboro Jogja, DPRD Dorong Tiap Kecamatan di Pekanbaru Punya Pusat Kuliner PKL

Selasa, 29 September 2026 | 11:03:23 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla/F: ist

PEKANBARU, LIPO  - Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ujung dan Jalan HR Soebrantas disambut positif DPRD Kota Pekanbaru. Namun, dewan mengingatkan Pemko Pekanbaru agar tidak hanya fokus pada aspal, tetapi juga menyiapkan masa depan ribuan pedagang kaki lima (PKL).

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Roni Pasla, mendorong Pemko untuk segera mewujudkan sentra UMKM di setiap kecamatan. Menurutnya, pelebaran jalan akan sia-sia jika trotoar dan badan jalan yang baru justru kembali dipenuhi lapak dagangan.

"Pedagang kaki lima ini usaha kecil yang harus kita lindungi. Jangan digusur, tapi carikan tempat yang cocok dan difasilitasi pemerintah," ujar Roni, Selasa (29/9/2026).

Roni mencontohkan keberhasilan penataan kawasan Malioboro di Yogyakarta. Di sana, pedagang tidak dihilangkan, melainkan direlokasi ke tempat yang layak sehingga pejalan kaki dan pengguna jalan tetap nyaman.

"Jangan dibiasakan atau dimanjakan berdagang di pinggir jalan. Pemerintah harus hadir," tegasnya.

Dua ruas yang saat ini dilebarkan adalah Jalan Tuanku Tambusai Ujung dekat Kantor BPJS dan Jalan HR Soebrantas depan Swalayan Budiman. Keduanya dikenal sebagai titik macet karena volume kendaraan yang terus bertambah setiap hari.

"Volume kendaraan di Pekanbaru setiap hari makin bertambah, sementara ruas jalannya itu-itu saja. Pelebaran ini kabar baik," katanya.

Namun ia menekankan, kunci keberhasilannya ada pada pengawasan pasca-pembangunan. Satpol PP dan Dinas Perhubungan diminta tidak lengah.

"Jangan sampai kita buat pelebaran untuk kenyamanan lalu lintas, justru dimanfaatkan untuk kegiatan lain," pungkas Roni.*****

 

Terkini