Gerak Cepat Menhut dan Kapolda di Bengkalis, Restorasi Gambut Jadi Senjata Utama Lawan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 19:51:41 WIB
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni/lipo

PEKANBARU, LIPO – Upaya menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kian diperkuat. Restorasi ekosistem gambut ditegaskan sebagai “tameng utama” pencegahan, menyusul tingginya kerentanan kawasan tersebut terhadap kebakaran.

Komitmen itu mengemuka saat Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung meninjau lokasi restorasi di Rumah Runding Restorasi, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9/2026).

Kunjungan lintas sektor ini bukan sekadar seremoni. Rombongan melihat langsung kondisi lapangan sekaligus menggelar diskusi strategis untuk memperkuat mitigasi karhutla, terutama di wilayah gambut yang selama ini menjadi titik rawan.

Turut hadir Plt Gubernur Riau S.F. Hariyanto, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, akademisi hingga tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa penanganan karhutla tak bisa lagi berjalan parsial.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan, pencegahan karhutla harus berbasis kolaborasi nyata lintas elemen.

“Tidak bisa hanya satu pihak. Pemerintah, TNI-Polri, akademisi dan masyarakat harus bergerak bersama agar upaya ini berkelanjutan dan berdampak langsung,” tegasnya.

Senada, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo memastikan TNI AD siap memperkuat dukungan di lapangan, mulai dari patroli hingga pendampingan masyarakat di kawasan rawan.

Ia menyoroti pentingnya peran warga dalam menjaga gambut agar tidak terbakar, mengingat sebagian besar kebakaran berawal dari aktivitas manusia.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menambahkan, strategi pencegahan kini difokuskan pada deteksi dini dan respons cepat di lapangan. Penguatan sinergi antarinstansi menjadi kunci agar potensi kebakaran bisa ditekan sebelum meluas.

“Monitoring lapangan terus kami perketat. Pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanggulangan,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan mempercepat konsolidasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem gambut Riau. Restorasi tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlanjutan ekonomi di wilayah rawan karhutla.(***)

Tags

Terkini