Sebelum Tinggalkan Riau, Herry Heryawan Titip Amanah Besar untuk Gajah Sumatra

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:45:44 WIB
Herry saat mengunjungi Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo /ist

PEKANBARU, LIPO – Menjelang berakhirnya masa tugas di Riau, Komjen Herry Heryawan meninggalkan pesan khusus tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan populasi gajah Sumatra.

Mantan Kapolda Riau yang kini menjabat Kabaharkam Polri itu mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga bagi satwa yang hidup di dalamnya.

Pesan tersebut disampaikan Herry saat mengunjungi Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (9/10/2026). Kunjungan itu turut dihadiri Bupati Pelalawan Zukri Misran dan Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari.

Di kawasan konservasi tersebut, Herry menyempatkan diri berinteraksi dengan sejumlah gajah binaan, di antaranya Mama Ria, Mama Lisa, serta anak gajah Nona Serroja dan Ganesha yang belum lama ini lahir.

Bagi Herry, kunjungan ke Flying Squad bukan sekadar agenda kedinasan. Ada pesan keberlanjutan yang ingin ditinggalkan, yakni memastikan upaya pelestarian alam dan satwa liar tetap berjalan meski dirinya tak lagi bertugas di Riau.

"Kami terus datang berkali-kali di sini untuk membawa kesan dan pesan-pesan yang baik, terutama memberikan harapan bagi kelestarian dan keberlanjutan makhluk hidup, terutama gajah-gajah yang ada di sini," ujar Herry.

Menjelang kepindahannya dari Bumi Lancang Kuning dalam beberapa hari ke depan, Herry menitipkan amanah kepada jajaran kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat agar tidak berhenti merawat lingkungan serta melindungi satwa yang menjadi bagian penting dari ekosistem Riau.

Ia menegaskan, berbagai upaya baik yang telah dibangun untuk menjaga alam harus terus dilanjutkan. Menurutnya, kelestarian lingkungan membutuhkan kepedulian bersama dan tidak boleh bergantung pada kehadiran sosok tertentu.

"Saya ingin menitip pesan bahwa kebaikan yang diberikan kepada alam, ekosistem, dan makhluk hidup di sini perlu kita lestarikan. Kesan dan pesan penting ini harus terus dilanjutkan di kemudian hari," tegasnya.

Momen perpisahan itu juga terasa emosional ketika Herry menyampaikan salam kepada gajah-gajah yang selama ini menjadi bagian dari upaya konservasi di Tesso Nilo.

"Selamat jalan Mama Ria, Mama Lisa, Seroja, dan Ganesha. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan," tuturnya.

Tak hanya kepada satwa, Herry turut menyampaikan apresiasi kepada para pawang gajah atau mahout, masyarakat setempat, serta jajaran kepolisian, khususnya Kapolres Pelalawan, yang telah mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa gajah Sumatra bukan sekadar satwa liar, melainkan bagian dari kekayaan alam sekaligus ikon kebanggaan Riau yang keberadaannya harus dijaga bersama.

"Berikan keadilan bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam semesta, lingkungan, serta gajah-gajah yang merupakan ikon kebanggaan Riau yang harus kita jaga bersama," tambahnya.

Komitmen tersebut rencananya akan dilanjutkan melalui kunjungan ke area penangkaran (breeding area) di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas. Kunjungan itu menjadi bagian dari perhatiannya terhadap keberlanjutan program konservasi, termasuk perlindungan habitat dan populasi gajah Sumatra.

Pesan yang ditinggalkan Herry menjadi pengingat bahwa pergantian jabatan tidak seharusnya memutus upaya menjaga alam. Di tengah ancaman terhadap habitat satwa liar, keberlangsungan hidup gajah Sumatra membutuhkan komitmen jangka panjang, kerja sama lintas sektor, dan kepedulian masyarakat.

Sebab, menjaga gajah berarti ikut menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.(***)

Tags

Terkini