Presiden Prabowo Pimpin Langsung Rapat Karhutla di Istana, Ini langkah yang Diambil

Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:51:47 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah jajaran untuk menangani penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta/lipo


 


, Senin (19/10). (Arsip Sekretariat Kabinet)
Daftar Isi


Jakarta, LIPO - Presiden RI Prabowo Subianto  memanggil sejumlah jajaran untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10).
Mereka yang hadir antara lain Menko Polkam Dudung Abdurachman, Mendagri Tito Karnavian, Kepala KSP Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, hingga Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Berikut poin-poin hasil rapat terkait penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia:

Perluas operasi udara
Usai rapat, Dudung mengatakan Prabowo memerintahkan perluasan operasi udara penanganan karhutla.

Dudung menyebut Prabowo juga memerintahkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar operasi es kering yang sebelumnya hanya menggunakan pesawat jenis casa agar ditambah lagi dengan mengerahkan pesawat jenis Hercules.

“Hasil ratas tadi petunjuk langsung bapak Presiden tentang penanganan penanggulangan Karhutla, bapak Presiden menyampaikan bahwa penanganan karhutla harus betul-betul masif,” ujarnya dalam konferensi pers.

Minta perusahaan untuk embung
Lalu, Dudung mengatakan pemerintah memerintahkan perusahaan membangun embung atau tempat penampungan udara untuk mengantisipasi karhutla berulang kali.

Perusahaan juga diminta membuat sumur bor, sementara TNI dan Polri diperintahkan memetakan titik-titik yang rawan terbakar.

Dudung mengatakan hal itu agar penanganan karhutla dilakukan sejak sebelum kebakaran terjadi, bukan hanya setelah api meluas.

“Dari mulai pembuatan embung, sudah diperintahkan kepada perusahaan-perusahaan, kemudian membuat juga sumur-sumur bor, sudah diperintahkan kepada TNI, Polri, di mana titik-titik api yang kemungkinan selalu ada, kemudian juga ke lahan dibuatkan juga irigasi, semacam tempat-tempat penampungan udara,” kata Dudung.

Selain itu, Dudung mengatakan, Prabowo juga meminta adanya penambahan personel baik dari TNI-Polri hingga Dinas Kehutanan untuk mempercepat penanganan karhutla.

Dudung menjelaskan saat ini total personel yang dikerahkan mencapai 60 ribu orang. Sementara, untuk pesawat yang dilibatkan ada 47 pesawat.

“Ini betul-betul harus secara masif, diukur, dan dilaksanakan dengan segera karena memang ini sudah sangat membantu,” ucap dia.

98 kasus 

Pada saat yang sama, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap sebanyak 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi telah naik ke tahap penyelidikan.

Polri juga menemukan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga, dalam sejumlah kasus tersebut.

Suyudi mengatakan penyidik ??masih mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran.

Ia mengatakan penangkapan tersangka akan dilakukan setelah proses penyelidikan dan pengumpulan bukti yang memadai.

“Dari Bareskrim Polri, per hari ini telah melakukan penyelidikan dari 98 laporan polisi. Ada 98 kasus terkait korporasi,” kata Suyudi.

Saat ditanya asal pihak asing tersebut, Suyudi menyebut adanya keterlibatan negara tetangga.

Ia juga mengatakan penegakan hukum dapat menyasar pemilik perusahaan maupun pemegang saham yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla.(***)

Terkini