Jum'at, 14 08 2020
Follow:
 
Nama Bakal Caketum PAN Mulai Muncul, Ini Nama-namanya

elpi | Nasional
Kamis, 05/12/2019 | 08:43:22 WIB
JAKARTA, LIPO - Partai Amanat Nasional (PAN) membahas pelaksanaan kongres 2020 pada rapat kerja nasional (rakernas), Sabtu (7/12) mendatang. Meskipun pelaksanaan kongres masih 2020 tahun depan, sejumlah nama mulai muncul untuk menjadi bakal calon ketua umum (caketum).

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengungkapkan nama-nama yang bakal meramaikan bursa calin ketua umum. Setidaknya ada enam nama yang kemungkinan akan menjajal panasnya perebutan kursi nomor satu partai berlambang matahari terbit ini.

Nama-nama itu, antara lain, pejawat Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, mantan menteri pemberdayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Asman Abnur, Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Drajat Wibowo, dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Dari trah pendiri PAN Amien Rais, juga muncul nama Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais.

Eddy mengatakan, seluruh nama memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam perebutan orang nomor satu di PAN. "Semua punya hak dan kewajiban yang sama dan semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menggembalikan PAN sebagai jati dirinya, membesarkan partai," ujar Eddy saat dikonfirmasi, Rabu (4/12).

Eddy menegaskan, setiap kader yang memenuhi syarat memiliki hak yang sama untuk bisa dipilih dalam kontestasi ketua umum. Ia mengakui, saat ini memang sudah mulai terlihat dinamika politik pemilihan ketum di internal partai. Meskipun, menurut dia, kondisi PAN saat ini sedang dalam keadaan baik dan solid. \"Dinamika memang selalu ada, semua partai mengalami hal yang sama dan wajar, hal natural,\" kata dia.

Wakil Ketua Umum PAN Totok Daryanto mengklaim terkait dinamika pemilihan ketum, pejawat Ketum PAN Zulkifli Hasan sudah mengantongi dukungan 80 persen pemilik suara. Ia memastikan, Zulkifli Hasan kembali mencalonkan diri untuk periode keduanya ini. “Sudah didukung 80 persen voters, yaitu ketua dan sekretaris DPW dan para ketua DPD,” tuturnya.

Terkait klaim dukungan itu, muncul tudingan Zulkifli menekan pengurus DPW dan DPD untuk kembali memilihnya menjadi ketua umum. Tudingan ini muncul dari salah satu pendiri PAN Putra Jaya Husin yang menjadi pendukung bakal caketum Mulfachri Harahap. Namun, tudingan ini segera dibantah Ketua DPP PAN Yandri Susanto. Menurut Yandri, yang terjadi justru mayoritas DPW dan DPD yang ingin mengusung Zulkifli kembali menduduki kursi ketum.

"Tidak ada yang menekan, Bang Zul itu didaulat oleh DPW dan DPD untuk maju kembali kok. Ini bukan masalah pribadi Bang Zul. Kalau mau jujur ya, Bang Zul itu sudah berbuat banyak di partai," ujar Yandri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/12).

Terkait tidak adanya sosok yang menjadi ketua umum PAN selama dua periode, Yandri menyebut itu hanyalah mitos. Sebab, hal tersebut tidak diatur dalam AD/ART partai. "Saya kira orang kalau berpartai itu boleh berdebat keras, tapi ketika kita kembalikan pada aturan main, selama aturan main tidak melarang, orang boleh saja," ujar Yandri.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Diawal Sidang Ngelak Terus, Akhirnya Ngaku Juga Ngasih Uang 'Pelicin' ke Amril Mukminin
  • DH Akhirnya Ditangkap Polres Siak, Akui Tanaman Ganja Miliknya
  • Babinsa Koramil 03/Siak Dampingi Kegiatan Pengambilan Sample Swab Massal
  • Mantan Bupati Kuansing Dipanggil Kejari Kuansing Terkait Proyek Mobiler Hotel
  • Harapkan PKB Tetap Istiqomah ke KBS, Kader PKB Bengkalis Sebut Kasmarni Lebih PKB dari Iyet
  • 63 orang Kepsek Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Jaksa di Inhu
  • Dinilai tidak Konsisten, Mantan Perangkat Desa Protes Kades Pondok Gelugur LBJ
  • Protokol Kesehatan Covid-19 Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Masyarakat Diminta Utamakan Protokol Kesehatan Saat Pendistribusian Zakat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index