Rabu, 03 Juni 2020
Follow:
 
Penyebaran Covid-19 Dinilai Sulit untuk Diputus, Berikut Alasan Pakar

ELFI | Nasional
Jumat, 22/05/2020 | 01:10:58 WIB
JAKARTA, LIPO -- Penyebaran pandemi COVID-19 yang tidak bisa diputus karena dinilai mutasi virus yang sangat cepat sehingga dapat menimbulkan varian-varian baru virus, dengan demikian menyulitkan pembuatan vaksin serta obatnya. Alasanya tersebut disampaikan Guru besar Biologi Universitas Negeri Malang Profesor Mohamad Amin, Kamis (21/05).

"Berdasarkan tinjauan ilmu virologi, penyebaran pandemi COVID-19 ini tidak bisa diputus karena mutasi virus yang sangat cepat sehingga dapat menimbulkan varian-varian baru virus," ujar Mohamad Amin dalam seminar daring di Jakarta.

Lebih lanjut dijelaskan, dengan mutasi yang begitu cepat, sehingga melahirkan varian-varian baru akan menyulitkan peneliti maupun ahli kesehatan untuk membuat desain obatnya.

"Desain obat harus fix atau permanen sebelum dibuat, ketika ada sedikit perubahan maka harus dilakukan desain yang baru," katanya.

Menurut pakar kesehatan tersebut, cara terbaik untuk menjalani kehidupan normal baru jika vaksin sulit ditemukan. Dalam kehidupan baru itu harus  melakukan pencegahan agar tidak terlalu banyak orang masuk rumah sakit hingga melebihi kapasitas akibat Covid-19.

"Dengan demikian perlu menjalankan langkah-langkah preventif agar masyarakat yang masih sehat tidak terinfeksi Covid-19. Selain itu, langkah lainnya yang perlu dilakukan adalah membuat orang sakit atau positif Covid-19 segera sembuh," ujar Mohamad Amin.

Dalam paparannya, dia menyampaikan, kehidupan normal baru mendorong masyarakat harus beralih dengan mengubah pola pikir dan kebiasaannya. Sebab, tidak perlu berharap hilangnya virus corona dengan memutus mata rantai penularan 100 persen. 

Masyarakat harus bisa menerima bahwa mereka tidak bisa lagi hidup normal kembali seperti semula pascapandemi Covid-19. 

"Bagaimana cara cerdas menata kehidupan normal baru atau new normal adalah kebiasaan-kebiasaan positif baru seperti kerja dari rumah, menggunakan masker dan menjaga jarak yang sudah kita lakukan untuk bertahan selama pandemi COVID-19. jangan ditinggalkan," kata Mohamad Amin.

Selain itu, guru besar Biologi itu juga menambahkan masyarakat harus cerdas dengan memiliki wawasan ilmu dan pengetahuan, percaya diri atas ilmu yang diperoleh dan selalu mencari serta mengeksplorasi wawasan baru agar dapat berinovasi dan lebih produktif. 

Dia melanjutkan program kebijakan dalam menangani dan mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menjaga jarak sosial harus tetap dilanjutkan. 

"Target saat ini bukan memberantas virus melainkan menekan jumlah orang yang terinfeksi bersamaan serendah mungkin. Kalau nanti semakin banyak yang terinfeksi maka pelayanan kesehatan di Indonesia akan sangat kewalahan, dan kalau yang terinfeksi Covid-19. tidak segera mendapat pelayanan kesehatan maka proses penyembuhannya tidak cepat," ujar Mohamad Amin. (*1)



Sumber: republika.co.id



Berita Lainnya :
 
  • Bupati Mursini Sampaikan LKPj Ke DPRD Kuantan Singingi
  • Imbas Pandemi Covid-19, Pacu Jalur Tradisional 2020 di Tepian Narosa Teluk Kuantan Batal Dilaksanaka
  • ABG Ditemukan Pingsan di Taman BSL Bengkalis, Diduga Mau Bunuh Diri
  • Lembaga Survei: Elektabilitas PDIP Menurun Drastis Akibat Pandemi Corona
  • BLT Covid-19 Diperpanjang 3 Bulan Lagi
  • Disdik Riau Mulai Susun Protokol Kesehatan Tahun Ajaran Baru
  • Pacu Jalur Tradisional 2020 Di Tepian Narosa Teluk Kuantan Sah Tidak Dilaksanakan
  • PWI Pusat Dorong Dewan Pers Pidanakan Pembuat Sertifikat UKW Palsu
  • Di Provinsi Riau Saat ini Terdapat 2 Zona Merah, 2 Zona Hijau, Sisanya Zona Kuning
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index