Kamis, 06 08 2020
Follow:
 
PKTD Utamakan Masyarakat Miskin, Pengangguran, & Masyarakat Marjinal

Elfi | Nasional
Rabu, 29/07/2020 | 15:17:52 WIB
JAKARTA, LIPO - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar fokuskan program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk pekerjaan yang dapat memperkuat ketahanan pangan.

Sebelumnya, Gus Menteri, sapaannya, mengatakan bahwa dana desa yang masih tersisa akan dimaksimalkan untuk program Padat Karya Tunai Desa.

"(Dana Desa yang masih tersisa) Kita fokus untuk padat karya tunai, tapi langsung fokus pada ketahanan pangan. Misalnya ada lahan kosong, bagaimana untuk mengolah lahan pertanian tersebut, pekerjanya masyarakat desa setempat," ujarnya saat berdiskusi denga Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, di Jakarta, Rabu (29/7).

Pekerja dari program PKTD sendiri, menurutnya, mengutamakan masyarakat miskin, penganggur dan setengah penganggur, serta masyarakat marjinal lainnya. Ia berharap, PKTD akan membantu meringankan ekonomi masyarakat desa di samping program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan program Bantuan Sosial (Bansos) lainnya.

"Dengan adanya PKTD yang kita fokuskan untuk ketahanan pangan ini, masyarakat dapat (tambahan pendapatan), kelompok miskin dapat penambahan uang belanja selain Bansos dan BLT. Kemudian desa akan punya produksi," terang Doktor Honoris Causa dari UNY ini.

Di sisi lain, Gus Menteri meminta Universitas Indonesia memberikan pendampingan terhadap desa, terutama pada bidang perencanaan pembangunan. Selain itu, ia juga mengajak Universitas Indonesia untuk membangun kerjasama dengan berbagai pihak termasuk swasta dalam membantu mengembangkan perdesaan.

Ia ingin, pembangunan sebuah desa tak hanya dilakukan pemerintah ataupun perguruan tinggi saja, namun merupakan kolaborasi dari berbagai stakeholder termasuk swasta.

"Saya berkeinginan kalau semua Pertides (Forum Perguruan Tinggi untuk Desa) memutuskan melakukan pendampingan perencanaan, kemudian terakumulasi, bayangan saya akan efektif," ujar Mantan Ketua DPRD Jawa Timur in.

Terkait perencanaan, lanjutnya, juga harus didasari oleh data-data yang valid. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari setiap program di desa adalah untuk mengurangi kemiskinan.

"Perencanaan pembangunan desa kalau datanya valid, kemiskinan sekian, masih ditemukan warga kelaparan, ini yang kemudian menjadi satu rumusan pembangunan ke depan di desa, bahwa harus ini harus ini," ujarnya. (*1)



Berita Lainnya :
 
  • Samsung Luncurkan Dua Versi Terbaru Galaxy Note 20, Ayo Cek Harganya
  • Upaya Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Dana 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Terima Bansos
  • Pemkab-KASN Selenggarakan Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN
  • Bupati Inhil Jadi Pemateri Webinar "Sawit Watch"
  • Dikabarkan Pindah Tugas, Kajari Inhil Dapat Kunjungan dari Sahabat
  • Ke-4 Kalinya Beruntun, Kota Pekanbaru Kembali Raih Opini WTP
  • Hadapi Pilkada Serentak 2020, DPD Repdem Riau Konsolidasikan Kader di 9 Kabupaten
  • Dari Rp191 Miliar Bantuan Covid-19 yang Dianggarkan, Baru Rp162 Miliar Tersalurkan di Riau
  • Kembali Terjadi 29 Kasus Positif di Riau, Tertinggi Masih Dipegang Jawa Timur
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index