Sosialisasi Dinilai Kurang, Penerapan PSBB di Bengkalis Tak Optimal

elpi | Bengkalis
Selasa, 19/05/2020 - 05:25:21 WIB
Kondisi jalanan di Bengkalia saat pemberlakuan PSBB/ist
BENGKALIS, LIPO - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bengkalis hingga hari Senin 18 Mei 2020 dirasakan tak optimal.

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi sehingga masyarakat tidak tahu apa  yang diperbolehkan dan apa yang dilarang selama PSBB berlangsung.

Tidak optimalnya penerapan PSBB, khususnya di Kota Bengkalis dapat dilihat dari aktifitas masyarakat yang tidak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Hampir semua toko buka seperti biasa baik itu kedai kopi, toko sembako, toko harian/kelontong, toko alat listrik, toko besi dan bangunan, toko pupuk, pasar, toko buah dan sayuran, dan toko perhiasan.

Kemudian toko jam, toko kaca/aluminium, toko alat olahraga/pancing, toko kacamata, toko variasi/dealer motor, toko mainan anak, toko buku, alat tulis dan foto kopi, toko barang bekas, toko barang pecah belah, salon/pangkas rambut, dan pakaian. Padahal berdasarkan Perbup Nomor 39 Tahun 2020 tentang  panduan bagi penerapan PSBB di kabupaten Bengkalis toko yang tidak berhubungan dengan bahan dan barang pangan atau kebutuhan pokok serta barang penting tidak boleh melaksanakan kegiatan selama PSBB berlangsung.

Untuk transportasi juga masih seperti hari-hari biasa. Tidak ada pemblokiran jalan-jalan utama, kendaraan roda dua berboncengan dengan mudah ditemukan di jalanan. Bahkan masyarakat tak terhitung jumlahnya berseliweran tanpa menggunakan masker. Nyaris sama seperti hari-hari biasa, tidak ada pengawasan, tidak ada teguran dari Tim Gugus Covid-19 apalagi penindakan.

Mirisnya lagi, sebagian besar pemilik toko tidak tahu apa-apa saja yang dilarang untuk dilakukan dan apa yang diperbolehkan. “Informasinya tak ada sampai ke kita, jadi kita tetap bukalah,” ujar salah seorang pemilik salon yang  enggan namanya di ekspos.

Hal senada diungkapkan pemilik usaha  pangkas rambut. Pria yang akrab disapa Anto ini juga mengaku tidak tahu apa saja yang dilarang. “Kalau pangkas rambut dilarang, tentu harus jelas hitung-hitugnya. Saya mau saja tutup, tapi kompensasinya tentu harus ada,” ujarnya.

Ketidaktahuan sebagian besar pemilik usaha dinilai wajar karena selain penerapannya yang terkesan mendadak, juga  kurang sosialisasi. Sosialisasi hanya dilakukan secara terbatas, tidak langsung turun ke banyak titik dan juga tidak  melibatkan media  massa sebagai partner.

“Penerapan PSBB ini kan terkesan dipaksakan, sosialisasinya pun seadanya jadi banyak juga yang tidak tahu. Seharusnya (sosialisasi,red) lebih gencar lagi  dengan  memanfaatkan semua komponen yang ada, termasuk media massa,” ujar salah seorang  pengamat media, Indra Jaya saat dimintai tanggapannya.

Bahkan, sambung pria yang akrab disapa Pak De ini, KPK sendiri dalam website resminya menyampaikan pentingnya pemberdayaan media massa  lokal sebagai salah satu pilar pengawasan dalam program penanganan covid-19. “Di situ KPK menyampaikan bahwa partisipasi media massa  di daerah penting.  Tidak saja dalam kerangka pengawasan, tetapi juga bisa menjadi sarana keterbukaan informasi mengenai penanganan pemerintah daerah di  masa pandemi ini,” ujarnya.(lipo*3)
.::: Pemerintah Kabupaten Bengkalis :::.
Kamis, 28/05/2020 - 06:07:24 WIB
Nekat Gelar Aksi Demo Saat PSBB, Empat Pemuda Diancam Empat Bulan Penjara
Kamis, 28/05/2020 - 06:02:57 WIB
Berakhir Hari Ini, Plh Bupati Bengkalis: PSBB Tidak Diperpanjang
Jumat, 22/05/2020 - 05:14:22 WIB
Kadis Diskominfotik Bengkalis Bantah Tudingan Ketua PWI Terkait Website Covid-19 Mubazir
Kamis, 21/05/2020 - 23:58:28 WIB
Pemerintah Bengkalis Dinilai Mubazir Buat Dua Website Update Corona Bengkalis
Selasa, 19/05/2020 - 05:25:21 WIB
Sosialisasi Dinilai Kurang, Penerapan PSBB di Bengkalis Tak Optimal
Selasa, 19/05/2020 - 05:08:24 WIB
Pansus Covid -19 DPRD Bengkalis Temukan APD dari Dinas Kesehatan Tidak Standar
Rabu, 13/05/2020 - 22:51:48 WIB
58 Pegawai UPT Puskesmas Lubuk Muda Bengkalis Lakukan Rapid Test, Hasilnya 34 orang Reaktif
Kamis, 30/04/2020 - 05:53:37 WIB
Pemdes LubuK Muda Siapkan Tempat Isolasi Mandiri Untuk ODP Covid-19
Kamis, 23/04/2020 - 08:24:08 WIB
Kadiskes Riau: Bengkalis Belum Masuk Zona Merah COVID-19
Rabu, 22/04/2020 - 10:19:12 WIB
Satpolair Polres Bengkalis Amankan Satu Kapal Pukat Harimau Asal Malaysia
Senin, 20/04/2020 - 14:13:24 WIB
Mulai Hari Ini, Warga Dumai yang Datang ke Bengkalis Wajib Karantina Mandiri
Jumat, 17/04/2020 - 06:55:17 WIB
Lapas Bengkalis Ancam Cabut Asimilasi Napi yang Berulah
Selasa, 14/04/2020 - 17:12:18 WIB
Seluruh ASN di Pemkab Bengkalis Dilarang Pergi Keluar Daerah dan Mudik Idul Fitri
Selasa, 14/04/2020 - 12:12:52 WIB
TP PKK Api-api Bengkalis Bagikan 1.500 Masker untuk Masyarakat
Minggu, 12/04/2020 - 13:41:39 WIB
Nur Azmi Hashim Pimpin Pembagian 1000 Masker dan Hand Sanitizer untuk Masyarakat
Kamis, 09/04/2020 - 19:58:17 WIB
Video Conference, Gubri Syamsuar Berikan Arahan Terkait PSBB
Rabu, 08/04/2020 - 06:37:08 WIB
Pemkab Bengkalis Anggarkan Rp182,7 Miliar Penanganan COVID-19
Rabu, 08/04/2020 - 05:56:42 WIB
Galang Donasi, Puskesmas Bukit Batu Bagi-bagi Masker ke Masyarakat
Sabtu, 04/04/2020 - 07:31:28 WIB
Pemkab Bengkalis Pangkas Tujuh Paket DAK Senilai Rp43,9 Miliar
Jumat, 03/04/2020 - 18:54:32 WIB
Tangani Covid-19, Bengkalis akan Alihkan Rp113 Miliar dari APBD 2020
   
Nasional Daerah
Politik Hukrim
Ekonomi Otomotif
Sport Internasional
Hiburan Bandar Serai
Lifestyle Tekno
Travelling    
   
Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index