Senin, 10 08 2020
Follow:
 
Tenaga Honorer Pemkab Kuansing yang Dirumahkan, Eki Kini Sukses Jadi Petani Cabai

elpi | Kuantan Singingi
Kamis, 31/10/2019 | 11:43:27 WIB
LUBUK JAMBI, LIPO - Pasca dirumahkan dari tenaga honorer Pemkab Kuansing beberapa tahun lalu, Eki Putra tidak lantas putus asa. Berbekal kemampuan bertani yang otodidak, Eki langsung putar haluan tanpa rasa gengsi dan malu, dan fokus untuk bertani.

Kini dengan luas lahan sekitar 1/4 hektare milik mertuanya, Eki mampu memproduksi cabai merah 600 hingga 700 kg selama masa panen.

"Alhamdulillah, dengan jumlah tanaman mencapai 1.500 batang, bisa menghasilkan 600 sampai 700 kg bang," ujarnya kepada media ini Kamis di Desa Banjar Gunting kecamatan Kuantan Mudik.

Eki yang merupakan kelahiran, Koto Gunung 23 Februari 1982 ini bercerita. Awalnya memang sempat goyah, setelah Bupati Kuansing Drs. H Mursini yang merupakan orang sekampungnya, memberhentikan seluruh tenaga honorer di Kuansing.

"Saya sempat bingung, karena sudah terbiasa berpakaian rapi. Saya sempat bekerja di salah satu perusahaan di Perawang Siak, pasca dirumahkan. Tapi bekerja di bawah tekanan dengan penghasilan terbatas, membuat saya terus berfikir. Akhirnya saya memutuskan , untuk putar haluan dan pulang kampung untuk bertani," kata Eki.

"Tekad saya ini akhirnya saya ceritakan pada istri dan mertua saya, dan akhirnya mereka mendukung, urai Eki.

Berbekal sedikit uang tabungan yang masih tersisa, akhirnya mertuanya merelakan tanahnya yang berada di desa Banjar Guntung kecamatan Kuantan Mudik, untuk diolah.

"Disitulah saya memulai usaha saya, dengan tanaman awal 1000 batang dan Alhamdulillah berhasil. Dengan bekal pengalaman itu, akhirnya  lahan yang saya garap terus di perluas hingga akhirnya mencapai 1/4 hektare," terang nya.

Ditanya apakah mendapatkan binaan dari Penyuluh pertanian, Eki mengaku pernah dibina, tapi tidak pernah dibantu. Eki mengaku mengembangkan usahanya secara pribadi.

Di akhir wawancaranya dengan media ini, Eki mengaku ternyata jalan kesuksesan itu tidak satu pintu. Ini ternyata jadi hikmah , di balik dirumahkanya tenaga honorer.

"Yang paling utama adalah terus semangat, tidak putus asa, dan selalu berusaha serta tidak gengsi. Berhenti jadi honorer bukanlah kiamat bagi diri kita. Hanya saja kebijakan pilah pilih Pemkab Kiansing, merupakan neraka bagi ribuan tenaga honorer di Kuansing," pungkasnya.(lipo*3)




Berita Lainnya :
 
  • Sebut Kuansing Lumbung Suara Golkar, Syamsuar Siap Bermalam di Kuansing Demi Memenangkan ASA
  • Kasus Covid-10 Bertambah, Tim Gabungan di Siak Beri Imbauan di Tenpat Keramaian
  • Polres Siak Ciduk Seorang Pelaku yang Diduga Miliki Sabu
  • Tabrakan Beruntun di Tugu Zapin, Empat Kenderaan Roda Empat Rusak Parah
  • Plt Bupati Bengkalis Huni Sel Tahanan Mapolda Riau Sejak Jumat yang Lalu
  • Tanpa Pesaing, Andi Putra Kembali Pimpin Golkar Kuansing
  • Sembunyi Berbulan-bulan dengan Status DPO, Pelarian Muhammad Terhenti di Muaro Jambi
  • Tempuh Puluhan Kilometer, Kapolres Inhu Bagikan Sembako untuk Masyarakat Talang Mamak
  • Pantun Melayu Sebentar Lagi Diakui UNESCO Sebagai Warisan Budaya
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index