Kamis, 06 08 2020
Follow:
 
Nelayan Panipahan Rokan Hilir Bakar Kapal Ikan Asal Sumut, Ini Penyebabnya

elpi | Rokan Hilir
Rabu, 22/04/2020 | 09:37:44 WIB
PEKANBARU, LIPO - Sebuah kapal nelayan yang menjaring ikan dengan menggunakan trawl atau pukat harimau asal Sumatera Utara dibakar nelayan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

"Benar. Ada satu kapal pukat harimau yang dibakar. Namun tidak ada korban jiwa dalam insiden itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, Herman yang dikutip dari Antara di Pekanbaru, Rabu.

Informasi yang diterima Antara, kapal nelayan yang dibakar itu berasal dari Sungai Berombang, Sumatera Utara. Kapal itu disebut menjaring ikan secara ilegal di wilayah perairan Panipahan, Rokan Hilir dengan menggunakan pukat harimau.

Nelayan setempat telah berulang kali mengusir dan memperingatkan nelayan asal Sumatera Utara yang kedapatan menjaring ikan di wilayah itu. Namun, hal tersebut diindahkan mereka sehingga nelayan setempat yang geram langsung membakar kapal pukat harimau di tengah laut.

Herman mengatakan insiden pembakaran itu terjadi pada Jumat pekan lalu (17/4). Dia memastikan seluruh anak buah kapal (ABK) kapal yang dibakar dalam kondisi selamat dan telah dikirim pulang oleh sesama nelayan ke wilayah asal.

Selain itu, Herman juga mengakui jika konflik nelayan pukat harimau dengan nelayan Panipahan berulang kali terjadi. "Itu kejadiannya sudah berulang-ulang. Nelayan kita sangat mengecam penggunaan pukat harimau karena akan merusak ekosistem laut. Tidak hanya ikan besar, ikan-ikan kecil juga terjaring, terumbu karang rusak," ujarnya.

"Sebenarnya nelayan Panipahan itu welcome, terbuka dengan nelayan daerah lain yang menjaring ikan di sana. Tapi tidak untuk pukat harimau," jelasnya lagi.

Untuk itu, dia menuturkan telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Utara untuk mendiskusikan hal tersebut agar tidak mengeluarkan izin.

Berdasarkan catatan Antara, konflik nelayan pukat harimau dan nelayan lokal Panipahan berulang kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Nelayan pukat harimau kerap memasuki perairan Panipahan secara sembunyi pada malam hari dan mereka biasanya berkelompok untuk menjaring ikan menggunakan pukat harimau.

Sementara nelayan Panipahan sejak awal sudah bertekad menjaga ekosistem dengan tidak menggunakan trawl. Tak jarang nelayan turun ke jalan dan demonstrasi agar pihak terkait segera melakukan penertiban, namun usaha itu tidak berjalan dengan baik sehingga nelayan tak memiliki pilihan selain melakukan aksi bakar agar menimbulkan efek jera.(lipo*3)



Berita Lainnya :
 
  • Membawa Senjata Tajam saat Pelaksanaan Eksekusi Lahan, Seorang Warga Diamankan Polisi
  • Kabar Terbaru: Provinsi Riau Bertambah 15 Kasus Positif, Terbanyak dari Kabupaten Siak
  • Lagi, Longsor di Inhil Sebabkan 4 Rumah Warga di Tanah Merah Ambruk
  • NasDem Putuskan Berikan Rekom kepada Herry Saputra dan M Khozin untuk Pilkada Meranti
  • Andi Putra-Suhardiman Ambi Goro Bersama dengan Warga Kopah
  • Polres Siak Berhasil Amankan Satu Orang Pengedar Sabu
  • Dua Pelaku Ini Dibekuk Polisi Saat Hendak Bertransaksi Narkoba
  • Paslon Halim-Komperensi Tunjuk Ardi Nasri Ketua Tim Pemenangan Pilkada di Kuansing
  • Dewan Pendidikan Riau Minta Pemerintah Tanggap Atasi Keluhan Wali Murid
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index