Kamis, 06 08 2020
Follow:
 
Berikut ini Tips Menyimpan Daging Agar tidak Busuk & Aman Dikosumsi

ELFI | Lifestyle
Kamis, 30/07/2020 | 21:41:18 WIB
LIPO - Biasanya di hari raya idul adha ketersediaan daging sering berlebih, dan membutuhkan tempat dan kiat-kiat khusus agar daging yang tidak terkosumsi bisa tahan lama dan aman dikosumsi.

Daging adalah bahan makanan yang cepat rusak. Kandungan nutrisi yang terkandung di dalam dan permukaannya yang basah sangat mendukung bagi kehidupan mikroorganisme. Aktivitas mikroorganisme seperti bakteri atau jamur dapat menyebabkan daging menjadi rusak dan busuk.

Jika daging busuk ini sampai dimakan, sangat mungkin akan menimbulkan masalah kesehatan. meski sudah dimasak dalam suhu tinggi, mengonsumsi daging sapi maupun daging kambing yang telah busuk tetap berisiko membuat seseorang mengalami keracunan makanan. 

Bakteri pada daging yang busuk mungkin saja akan mati akibat panas yang dihasilkan saat proses memasak. Namun, masalahnya, bakteri tersebut bisa jadi telah meninggalkan racun pada daging, sehingga dapat menyebabkan keracunan. 

Maka dari itu, Anda perlu menyimpan daging sapi maupun daging kambing secara tepat agar tetap sehat dan higienis. 

Dikutip dari laman online kompas.com, berikut ini adalah cara menyimpan daging agar tidak mudah busuk: 

1. Daging jangan dicuci dulu

Melansir Buku Hidangan Lezat: Daging Sapi dan Kambing (2013), oleh Tim Dapur Esensi, apabila belum akan dimasak, daging sebaiknya jangan dicuci terlebih dahulu untuk kemudian disimpan di dalam kulkas. 

Mencuci daging sapi maupun kambing ketika akan disimpan hanya akan menambahkan kandungan air pada daging tersebut. Menyimpan daging yang berair padahal akan membuat daging lebih mudah mengalami freezer 

Freezer burn adalah kondisi yang terjadi ketika makanan telah rusak oleh dehidrasi dan oksidasi, karena udara mencapai makanan. Daging yang mengalami freezer burn akan terlihat mongering. 
Selain itu, proses pencucian membuat daging rentan terkontaminasi bakteri lain yang berasal dari tempat pencucian maupun air itu sendiri. 

2. Segera masukkan daging ke kulkas Daging mentah, baik itu daging sapi, kambing, atau ayam akan lebih baik jika tidak disimpan terlalu lama di suhu ruangan. 
Terlebih lagi, daging hanya ditaruh di sembarang tempat. Jika demikian, bukan tidak mungkin daging dapat terkontaminasi berbagai bakteri, termasuk Salmonella penyebab tipes dan E. coli yang dapat menyebabkan diare hingga infeksi usus serius. 

Seperti diketahui, suhu sendiri bisa sangat memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme. Jadi, penting untuk segera memasukkan daging ke dalam kulkas, setidaknya 1 jam setelah diperoleh. Pada temperatur dingin, mikroorganisme pembusuk tidak aktif, sehingga daging yang disimpan tidak mudah rusak. 

3. Potong kecil daging sebelum disimpan Sebelum disimpan, daging sapi maupun kambing sebaiknya dipotong-potong terlebih dahulu menjadi bagian yang lebih kecil. Tindakan ini punya beberapa manfaat. 

Misalnya, daging yang berukuran lebih kecil tentu akan lebih mudah dicairkan daripada yang besar. Selain itu, memotong daging menjadi lebih kecil akan meminimalkan kontak daging lain yang belum akan diolah dengan tangan yang mungkin saja telah tekontaminasi bakteri bibit penyakit. 

4. Bungkus daging dengan plastik Sebelum disimpan di lemari es, daging sebaiknya dibungkus dengan plastik agar permukannya tidak “kering” atau mengalami freezer burn, terlebih lagi jika daging tersebut memiliki kadar lemak yang tinggi. 

Membungkus daging dengan plastik atau wadah tertutup juga bisa menghindarkan daging terkontaminasi bakteri dari bahan makanan lain selama disimpan dalam lemari es. 

5. Simpan di dalam freezer agar lebih tahan lama Agar lebih tahan lama, daging perlu disimpan di dalam freezer dengan suhu kurang dari -12 derejat Cesius. 
Melansir Buku Aneka Olahan Daging Sapi: Sehat, Bergizi, dan Lezat (2005) oleh Ir. Hj. Komariah, MSi dkk, pembekuan telah diakui sebagai suatu cara yang sangat bagi untuk pengawetan daging. 

Cara ini akan menghasilkan lebih sedikit perubahan yang tidak diinginkan dari sifat daging, baik kualitas maupun rasanya Sebagian besar nilai gizi daging akan dipertahankan selama pembekuan dan hanya zat makanan yang larut dalam air yang akan hilang bersama cairan daging (drip) selama proses pencairan kembali. 

Apabila cara pembekuan dan penyimpanannya benar, kerusakan warna, aroma, dan sari minyak akan lebih kecil. Pembekuan pada temperature di bawah -10 derajat Celsius, sebagian besar kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas mikroba dan enzim akan berkurang. 

Lama penyimpanan maksimum daging sapi yang dianjurkan, yakni sebagai berikut: 

2 bulan pada temperatur -12 derajat Celsius 
4 bulan pada temperatur -18 derajat Celsius 
8 bulan pada temperatur -24 derajat Celsius 
12 blan pada temperatur -30 derajat Celsius 

6. Daging jangan dicairkan di suhu ruangan Jika ingin mengolah daging yang sudah dibekukan dalam freezer, jangan dicairkan di suhu ruangan. 

Daging yang sudah bersentuhan dengan udara luar akan mulai bereaksi terhadap bakteri. Sebagai solusi, pindahkan daging ke chiller terlebih dahulu agar daging mencair tanpa kehilangan suhu dinginnya.(*1)


Sumber: kompas.com



Berita Lainnya :
 
  • Samsung Luncurkan Dua Versi Terbaru Galaxy Note 20, Ayo Cek Harganya
  • Upaya Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Siapkan Dana 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Terima Bansos
  • Pemkab-KASN Selenggarakan Kampanye Virtual Gerakan Nasional Netralitas ASN
  • Bupati Inhil Jadi Pemateri Webinar "Sawit Watch"
  • Dikabarkan Pindah Tugas, Kajari Inhil Dapat Kunjungan dari Sahabat
  • Ke-4 Kalinya Beruntun, Kota Pekanbaru Kembali Raih Opini WTP
  • Hadapi Pilkada Serentak 2020, DPD Repdem Riau Konsolidasikan Kader di 9 Kabupaten
  • Dari Rp191 Miliar Bantuan Covid-19 yang Dianggarkan, Baru Rp162 Miliar Tersalurkan di Riau
  • Kembali Terjadi 29 Kasus Positif di Riau, Tertinggi Masih Dipegang Jawa Timur
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index