Jum'at, 14 08 2020
Follow:
 
Direktur PMD Apresiasi Kerja Keras PLD

Elfi | Nasional
Minggu, 08/12/2019 | 15:59:44 WIB
BANJARMASIN, LIPO - Provinsi Kalimantan Selatan menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Pendamping Lokal Desa (PLD). Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 2-7 Desember 2019 bertempat di Hotel Aria Barito, Banjarmasin. 

Jumlah peserta yang hadir sebanyak 453 orang PLD se-Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan jumlah pelatih 48 orang. 

Kegiatan peningkatan kapasitas PLD Kalsel resmi berakhir. Sekda Provinsi Kalimantan Selatan H. Abdul Haris Makkie berkesempatan menutup kegiatan tersebut.

Turut hadir saat acara penutupan yakni Direktur PMD Kemendesa PDTT M. Fachri, Kadis PMD Provinsi Kalimantan Selatan Drs. Zulkipli, MP serta jajaran Tenaga Ahli tingkat provinsi dan kabupaten.

Direktur PMD Kemendesa PDTT M. Fachri memberikan suntikan semangat kepada seluruh PLD se-Kalsel yang menjadi peserta.

“Kita harus terbiasa dengan media sosial, karena ini merupakan media yang paling murah untuk memublikasi dan mengklarifikasi kegiatan-kegiatan kita. Media sosial menjadi hal yang wajib untuk seluruh TPP (Tenaga Pendamping Profesional)," kata Fachri. 

Minimal sekali dalam sehari mengupload aktivitas dan kegiatan-kegiatan pendampingan. Dengan cara demikian, kerja-kerja pendampingan akan terekpose luas dan berdampak positif.

"Era 4.0 atau era digital, harus disadari TPP sebagai momentum penting untuk mendampingi dan mengawal pembangunan desa," ujar Direktur PMD.

Kegiatan peningkatan kapasitas PLD, lanjut Fachri, diharapkan menjadi ajang melakukan refleksi capaian dan target pendampingan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Apa saja yang sudah diberi pendamping desa dalam memajukan desa.

"Semoga pelatihan ini juga dijadikan kesempatan oleh sesama PLD, untuk bertukar pengalaman yang dapat menjadi pembelajaran di wilayah tugas masing-masing," kata Fachri menambahkan.

Tugas pendampingan bukanlah tugas yang mudah, sehingga TPP yang masih bertahan hingga saat ini adalah PLD yang tangguh dan mampu membawa perubahan desa menjadi desa maju dan mandiri. Ujung tombak di lapangan adalah PLD.

Meski mengakui perubahan yang terjadi, namun PLD di Kalsel khususnya, diingatkan agar tidak jumawa atau berbangga diri dengan capaian saat ini. Tetap ada evaluasi kepada seluruh PLD jelang tahun 2020. 

"Tugas pendampingan ini diharapkan dapat dirasakan oleh desa, hingga akhirnya anda bisa bahagia dengan perubahan ke arah yang ada," demikian Fachri. (rls/lipo*1).



Berita Lainnya :
 
  • 63 orang Kepsek Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Jaksa di Inhu
  • Dinilai tidak Konsisten, Mantan Perangkat Desa Protes Kades Pondok Gelugur LBJ
  • Protokol Kesehatan Covid-19 Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Masyarakat Diminta Utamakan Protokol Kesehatan Saat Pendistribusian Zakat
  • Iyeth Bustami Dalam Waktu Dekat Rencanakan Bertemu Para Tokoh Bahas Persoalan di Bengkalis
  • Januari Hingga Agustus 2020 Baznas Siak Salurkan 13,4 Milyar
  • Inovasi Diskominfopers Inhil, INPAS Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju "Kabupaten Informatif"
  • Positif Lagi 68 Pasien di Riau, Total Jadi 889 Kasus
  • Pernah Serang Warga, Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Seekor Buaya Muara di Batang Tuaka Inhil
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index