Minggu, 31 Mei 2020
Follow:
 
Desak Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi di Bengkalis, Ribuan Massa Bakal Aksi di Polda & Kejati

Elfi | Daerah
Minggu, 16/02/2020 | 12:17:13 WIB
JAKARTA, LIPO - Pasca ditahannya Bupati Kabupaten Bengkalis Amril Mukminin terkait proyek multi years Tanggal 06 Februari 2020, sontak Kabupaten Bengkalis menjadi pusat perhatian. Bagaimana tidak, tidak lama Amril ditahan oleh lembaga anti rusuah, menyusul wakil Bupati Bengkalis Muhammad ditetapkan oleh Polda Riau sebagai tersangka dalam kasus pipa PDAM. 

Tak ayal, dua peristiwa tersebut menimbulkan kecemasan dan keprihatinan yang mendalam bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis. Unjuk rasa pun bermunculan, mulai dari tuntutan agar hukum tidak tebang pilih, hingga tuntutan desakan agar Wakil Bupati Bengkalis Muhammad secepatnya ditahan. 

Di Polda Riau, niat Massa AMMAN menggelar unjuk rasa menyampaikan tuntutan agar wakil bupati Bengkalis ditahan dibubarkan polisi dengan alasan keamanan, Rabu (12/02).

Di Jakarta, kelompok masa Republik Suara Mahasiswa Nusantara juga menggelar aksi terkait pengangkatan wakil bupati Bengkalis menjadi Plt Bupati di Kemendagri. Mahasiswa meminta Kemendagri membatalkan dan mengkaji ulang terkait pengganti jabatan yang ditinggalkan Amril Mukminin. Kamis (13/02). 

Di depan gedung KPK sendiri terjadi unjuk rasa menuntut KPK agar pengusutan kasus proyek jalan tidak berhenti di Amril Mukminin, karena diduga kasus proyek jalan tersebut dilakukan secara berjamaah. Baik melibatkan pengusaha, eksekutif hingga ke legislatif, Rabu (12/02).

"Kami minta KPK tidak tebang pilih. Usut yang lain juga, jangan berhenti di Amril Mukminin," terang  Yudi Gultom mantan Koordinator Pusat BEM Se Riau. 

Menurut informasi yang diterima, massa yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Bengkalis bakal anjuk rasa ke Polda Riau dan Kejati Riau pada hari Selasa Tanggal 18 februari 2020, pukul 13.00 wib. Tidak tanggung-tanggung, saat di konfirmasi awak media, massa yang akan turun mencapai ribuan orang. 

Tuntutan sikap yang akan disampaikan hampir sama dengan tuntutan aksi yang disampaikan oleh kelompok massa yang lain. Mendesak Kapolda Riau untuk segera melakukan jemput paksa dan secepatnya melengkapi berkas perkara terhadap tersangka Muhammad yang dinilai tidak kooperatif. 

"Benar pak, kami akan melakukan aksi di Polda dan di Kejati. Ribuan orang akan turun, kami ingin kasus ini secepatnya di usut agar pemerintahan di Bengkalis berjalan efektif. Kasus ini sangat merugikan masyarakat Bengkalis," ungkap Iwan Saputra sebagai Koordinator Aksi saat dihubungi terkait kebenaran rencana aksi tersebut. (lipo*8)



Berita Lainnya :
 
  • Usai PSBB, Kabupaten Siak Terapkan Kebijakan New Normal
  • Saat ini Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Riau Mencapai 75,2%
  • Cakada Satu ini Siap Memperjuangkan Cita-cita Pendiri Kabupaten Kuansing
  • Provinsi Riau Jadi Percontohan New Normal oleh Pemerintah Pusat
  • Gumpita Apresiasi dr.Fahdiansya, Sebut Pemilih di Kuansing Cerdas & Rasional
  • 117 Destinasi Wisata di Riau akan Dibuka Kembali, Ini Penjelasan Gubri
  • Sudah Sembilan Hari Nihil Penambahan Kasus Positif COVID-19 di Pekanbaru
  • Diskes Pekanbaru Imbau Warga tak Ragu dan Takut Lakukan Pemeriksaan Rapid Test
  • Selain Nama Kader PKB, Nama Gumpita disebut Bakal Dampingi dr.Fahdiansya di Pilkada Kuansing
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index