Sabtu, 06 Juni 2020
Follow:
 
Pemprov Riau Bangun Pos Pemantauan di Perbatasan Jambi, Sumut dan Kiliranjao

elpi | Daerah
Rabu, 08/04/2020 | 06:44:11 WIB
PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau masih lakukan kajian melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terkait upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Meski begitu, selain di perbatasan Riau-Sumatera Barat, Pemprov Riau sedang mempersiapkan pendirian posko pemantauan lalulintas di sejumlah titik perbatasan lainnya dengan provinsi tetangga.

"Untuk PSBB kita belum melangkah ke sana. Teyapi tetap mengikuti perkembangan, bersama gugus tugas, termasuk mengadakan rapat bersama bupati wallikota di Riau dalam waktu dekat," kata Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar, Selasa (7/4/2020).

Diantara alasan Gubri masih perlu mempertimbangkan PSBB, karena masih adanya arus kepulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terutama asal Riau. Masalah ini pula yang akan segera disampaikan ke Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dalam waktu dekat melalui video conference.

"Selagi ada TKI berdatangan, sulit kita melaksanakan PSBB. Saya inginnya masalah TKI ini, dipulangkan aja dalam jumlah besar, setelah itu, barulah kita bisa laksanakan PSBB," ungkap Gubri.

Meski begitu, orang nomor satu ini menyatakan sudah mengantisipasi akan mendirikan pos pemantauan lalu lintas orang yang keluar masuk perbatasan Riau. 

Ada pun sejumlah rencana pendirian pos pemantauan di sejumlah perbatasan antar provinsi tersebut, yakni perbatasan Rokan Hulu-Pasaman, Sumbar. Kampar-Limapuluh,  Sumbar.

Kemudian Kuantan Singingi-Kiliranjou, Sumbar. Perbatasan Indragiri Hilir-Jambi di Selensen. Rokan Hulu di perbatasan dengan Padang Lawas, Sumut. Rokan Hulu dan Labuhan Batu, Sumut, pos pemantauan di Bagan Batu.

Masing-masing posko perbatasan tersebut,  sedang dipersiapkan kajian pendiriannya oleh masing-masing kepala daerah terkait.

"Awalnya direncanakan posko bersama. Tapi setelah ditinjau Wagub, tempatnya tak memungkinkan. Akhirnya Kira sepakat dengan poskonya ada tiga, masing-masing wilayah, masing-masing wilayah menjalankan protap yang sama, baik warga Riau ke Sumbar, begitu juga sebaliknya. Nantinya mereka dicek suhu badannya, kesehatannya. Sampai ke daerah masing-masing wajib melakukan isolasi mandiri. Selama 14 hari," papar Gubri.(lipo*3)




Berita Lainnya :
 
  • Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik
  • Ditunjuk sebagai Plt Ketum, SU Diamanahkan Konsolidasi Organisasi dan Laksanakan Muswil PW KBB Riau
  • Di Riau Pasien Positif Covid-19 Tersisa 11 orang, 100 Dinyatakan Sembuh
  • Pemkab Siak, Tanoto Foundation Vidcon, Kemendikbud RI, Bahas Persiapkan New Normal Pendidikan
  • PKB Riau Lakukan Penataan Struktur DPC, YS Rendra: Saya Siap Kembalikan Kejayaan PKB Kota
  • HUT Kodam I/BB, Kodim 0314/Inhil Lakukan Donor Darah
  • Meskipun Peringkat 2 Tingkat Kesembuhan di Indonesia, Riau Tetap Waspada Munculnya Kasus Baru
  • Warga Mengeluh Tagihan Listrik Melonjak Tajam, Abdul Wahid Hubungi GM UIW PLN Riau Kepri
  • Tagihan Listrik Melonjak, Abdul Wahid: PLN Harus Bisa Menjelaskan
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index