Minggu, 09 08 2020
Follow:
 
Alfedri Bersama BBKSDA Lakukan Ekspedisi Sungai Rawa

Elfi | Siak
Senin, 13/07/2020 | 09:39:33 WIB
SIAK, LIPO - Bupati Siak Alfedri bersama Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Air (BBKSDA) Riau Suharyono melakukan ekspedisi Sungai Rawa di Kecamatan Sungai Apit, menuju Danau Zamrud di Kecamatan Dayun, Sabtu  (11/7/2020) kemarin. 

Alfedri dalam bincang-bincangnya dengan Kepala BBKSDA mengatakan, untuk merealisasikan permintaan masyarakat Sungai Raya terkait pembersihan sungai dari banyaknya kayu-kayu dan pohon tumbang, sehingga menghambat perjalanan dari Sungari Rawa menuju Danau Zamrud.

"Kami bersama  Pak Suharyono, merancang untuk pembersihan sungai rawa ini. Barangkali bisa bekerjasama dengan perusahaan yang masuk dalam wilayah operasionalnya" ucap Alfedri. 

Sehingga nantinya sungai rawa ini menjadi bersih dan mudah di lalui nelayan atau wisatawan akan  tetapi tidak mengurangi keasrian alam, dan tempat bersarangnya ikan-ikan.

Sejauh ini Pemkab Siak telah melakukan kerjasama (MoU) dengan Kepala BBKSDA Riau dalam rangka pengembangan wisata di Taman Nasional Zamrud, yaitu pada zona pemanfaatan. Kabupaten Siak sudah mendapatkan zonasi berdasarkan Surat Keputusan Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

"Ada zona inti, zona transisi dan zona pemanfaatan. Pada zona pemanfaatan ini bisa dilakukan untuk pengembangan pariwisata. Dan tahun ini BBKSDA Riau akan membantu 2 unit perahu motor untuk nelayan Sungai Rawa dan Dayun" jelas Alfedri. 

Selanjutnya nanti akan ditata tempat parkir, tempat istirahat dan ibadah serta tempat penjualan cinderamata dan kuliner yang diarahkan untuk masyarakat tempatan, sebagai sumber ekonomi bagi masyarakat. Kemudian bagi pengunjung atau wisatawan yang masuk dari Dayun, nantinya akan disiapkan kendaraan pengantar atau Shuttle Bus.

"Bagi wisatawan yang masuk ke TN Zamrud dari Dayun, akan disiapkan kendaraan  berupa Bus ke tempat lokasi wisata yang dituju dan akan disiapkan pemandu wisatanya. Hal ini untuk menertibkan pengunjung yang masuk ke kawasan konservasi" imbuhnya.

Tapi yang jelas kata Alfedri, semuanya akan ditata dulu sarana dan prasarananya, seperti restoran dan hotel terapung.

Kepala BBKSDA Riau Suharyono menambahkan, konsep wisata alam itu harus menyesuaikan dengan kondisi alam, bukan memaksa kondisi alam untuk sesuai konsep. Wisata alam yang akan dikembangkan disini adalah wisata alam minat khusus, artinya tiak semua orang akan datang ber amai-ramai ke tempat ini. Alasannya karena disini adalah kawasan konservasi.

"Perlu dipahami bersama, konsep wisata yang akan dikembangkan disini adalah wisata alam dengan minat khusus, artinya tidak semua orang akan datang beramai-ramai Zamrud ini. Dalam pengembangan pariwisata ini aspek-aspek konservasi tetap dijaga dengan baik, seperti kelestarian lingkungan dan lain sebagainya" jelas Suharyono. (*11)



Berita Lainnya :
 
  • Penanganan Dampak Covid-19 di Riau Kuras Anggaran Hingga Rp 474 miliar
  • HUT Riau ke-63, Pemkab Inhil Ikuti Rapat Paripurna Istimewa Secara Virtual
  • Menaker Kaji Pemberian Subsidi ke Pekerja Non-Anggota BPJS
  • BNNP Riau Sita 20 Kilogram Sabu dan 10 Ribu Pil Ekstasi Asal Malaysia
  • Biadab! Ayah Tiri Selama Delapan Tahun Cabuli Anak Dibawah Umur
  • Positif Lagi Positif Lagi! Bertambah 26 Pasien Covid-19 di Riau, Total Sudah 723 Kasus
  • Kasmarni-Bagus Berkomitmen Meneruskan Cita-cita Pemimpin Bengkalis Sebelumnya
  • Beberapa Partai Politik Akan Menyusul Mendukung Paslon Kasmarni-Bagus di Pilkada Bengkalis
  • Paslon Kasmarni-Bagus Deklarasikan Koalisi Kabupaten Bengkalis Sejahtera
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index