Kamis, 13 08 2020
Follow:
 
Chevron Berikan Apresiasi
Polda Riau Meringkus Tiga Pelaku Pencurian Minyak Mentah

elpi | Hukrim
Senin, 18/11/2019 | 05:59:37 WIB
PEKANBARU, LIPO - PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) mengapresiasi keberhasilan Polda Riau menangkap tiga pelaku pencurian minyak mentah milik perusahaan tersebut di beberapa titik yang berada di wilayah produksi Prvinsi Riau.

Penangkapan tersebut hasil investigasi pihak kepolisian terhadap upaya pembobolan pipa minyak mentah di PKM 21.300 Kota Garo, Tapung Hilir, Kampar, pada 12 Agustus 2019 lalu.

"Prestasi luar biasa ini merupakan wujud profesionalisme polisi dalam melindungi aset-aset negara di sektor hulu migas yang termasuk sebagai objek vital nasional," kata GM Corporate Affairs Asset PT CPI, Sukamto Tamrin, Minggu (17/11/2019).

Dia menyebutkan, pada Mei lalu, Polda   Riau, SKK   Migas, dan PT. CPI telah membentuk Satgas Penegakan Hukum untuk mencegah dan menghentikan kegiatan   pencurian aset-aset negara di sektor hulu migas.

"PT CPI terus bekerja sama dengan instansi yang berwenang untuk mendukung upaya tersebut," jelasnya.

Dia berharap masyarakat dapat berpartisipasi   dalam mengamankan aset-aset negara ini.

"Apabila melihat kegiatan mencurigakan di sekitar jaringan pipa migas, masyarakat dapat melaporkannya melalui hotline bebas pulsa 0800-1800-123," ujarnya.

Menurut Tamrin, aktivitas pencurian minyak mentah tidak hanya merugikan negara, tapi juga menimbulkan risiko bahaya bagi keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan sekitar.

Sebelumnya diberitakan, Polda Riau berhasil mengamankan tiga pelaku pencurian minyak mentah milik PT CPI di beberapa titik yang berada di wilayah produksi Prvinsi Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengatakan penangkapan dilakukan oleh Satgas Zapin
Ditreskrimum Polda Riau pertama kali di Jalan Lintas Kota Garo-Gelombang PKM 21.300 Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

"Tiga pelaku yang berhasil diamankan berinisial DP, JH dan AM. Peran ketiga pelaku berbeda-beda, ada selaku pencari tempat dan kordintaor lapangan. Ada penyuruh melakukan pencurian dan pemberi dana serta alat-alat untuk melakukan pengeboran dan pembeli minyak," kata Agung saat konferensi pers di Mapolda Riau, Minggu (17/11/2019).(lipo*3)



Berita Lainnya :
 
  • 63 orang Kepsek Diperiksa KPK Terkait Kasus Dugaan Pemerasan oleh Oknum Jaksa di Inhu
  • Dinilai tidak Konsisten, Mantan Perangkat Desa Protes Kades Pondok Gelugur LBJ
  • Protokol Kesehatan Covid-19 Diperketat, Sanksi Bagi Pelanggar Menanti
  • Masyarakat Diminta Utamakan Protokol Kesehatan Saat Pendistribusian Zakat
  • Iyeth Bustami Dalam Waktu Dekat Rencanakan Bertemu Para Tokoh Bahas Persoalan di Bengkalis
  • Januari Hingga Agustus 2020 Baznas Siak Salurkan 13,4 Milyar
  • Inovasi Diskominfopers Inhil, INPAS Integrasi Bilik Data dan Informasi Menuju "Kabupaten Informatif"
  • Positif Lagi 68 Pasien di Riau, Total Jadi 889 Kasus
  • Pernah Serang Warga, Balai Besar KSDA Riau Evakuasi Seekor Buaya Muara di Batang Tuaka Inhil
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index